Beranda Hukum Kriminal Penculikan dan Penganiayaan AYA Diduga Kuat Terkait Penangkapan 6 Mahasiswa Unila karena...

Penculikan dan Penganiayaan AYA Diduga Kuat Terkait Penangkapan 6 Mahasiswa Unila karena Kasus Ganja

BERBAGI
Para pelaku yang diduga mengonsumsi ganja di Graha Mahasiswa Unila ditangkap Polda Lampung. (Foto: teknokra.com)

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Penangkapan enam mahasiswa FISIP Unila oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, karena kedapetan sedang memecah 1 Kg ganja di Kampus beberapa hari lalu berbuntut panjang. Pasca-penangkapan tersebut, salah seorang mahasiswa FISIP Universitas Lampung (Unila) semester V berinisial AYA (20) warga Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat diculik, lalu dianiaya bahkan nyaris dibunuh.

Aksi penculikan dan penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh tiga teman Kampusnya di Universitas Lampung (Unila). Korban dituduh oleh ketiga pelaku, sebagai mata-mata polisi yang mengakibatkan keenam mahasiswa FISIP Unila itu ditangkap oleh polisi.

AYA yang menjadi korban penculikan, penganiayaan, dan nyaris dibunuh oleh ketiga pelaku menceritakan, pada Sabtu (27/8/2016) malam lalu sekitar pukul 18.30 WIB, ia didatangi oleh teman satu kampusnya berinisial R dan B diajak pergi ke Kampus Unila malam itu untuk menemui dosen.

“Malam itu R dan B, datang ke rumah saya dan mengajak pergi ke kampus. Alasannya untuk menemui dosen terkait soal nilai. Saya bilang sama R mau apa ke kampus malam-malam.
Lalu R menjawab, pokoknya harus ikut karena urusan penting,”ujar AYA kepada teraslampung.com saat ditemui di rumahnya, Rabu (31/8/2016).

BACA: Mahasiwa FISIP Unila Diculik, Dianiaya, dan Nyaris Dibunuh

Menurutnya, saat ia dijemput oleh R dan B di rumahnya, mereka datang menggunakan mobil Honda CRV warna hitam. Bahkan saat ia mau dibawa pergi, mereka sempat minta izin kepada ibunya.

“Begitu saya mau masuk ke dalam mobil, ternyata di dalam sudah ada satu orang lagi. Meski saya kenal dengan mukanya dan sering bertemu di kampus, tapi saya tidak tahu siapa namanya,”kata AYA.

Selanjutnya, ia dibawa pergi berkeliling Kota Bandarlampung. AYA mengaku sempat merasa curiga karena tidak pergi menuju ke kampus Unila dan kecurigaan itu ternyata benar. Ia dibawa R dan B dan satu lagi temannya, pergi menuju ke daerah Kelurahan Sumur Putri tepatnya di dekat Kali Akar.

“Mereka membawa saya  ke tempat yang sering dijadikan lomba burung di daerah itu. Di tempat itu, saya disuruh turun dari mobil,”ujarnya.

SIMAK: Polisi Temukan 1 Kg Ganja di Graha Mahasiswa Unila, Tujuh Pelaku Diringkus

Tiba-tiba dari arah belakang, lehernya langsung dijerat dengan ikat pinggang, sampai susah bernapas lalu kedua kakinya dibekap dan mereka langsung memukuli dirinya dengan membabi buta.

“Saat memukuli saya, mereka menuduh saya sebagai cepu. Mereka bilang,’Kamu cepunya polisi ya?! Kamu yang kasih tahu ke polisi kalau enam mahasiswa FISIP Unila lagi mecah ganja?!’ Saya sendiri bingung, nggak tahu apa itu cepu dan apa artinya. Saat itu saya bilang ke mereka apa itu cepu, tapi mereka tetap terus memukuli saya,””ujar AYA yang menirukan ucapan para pelaku.

Tidak hanya itu saja, kata AYA, mereka menyundut dahi dan tangannya dengan rokok. Dengan leher dijerat ikat pinggang, ia diseret sembari dipukuli kepalanya dengan tripod dan seluruh badannya diinjak-injak.

“Saya dianiya sama mereka seperti penyiksaan PKI saja, bahkan mereka juga mau membunuh saya dan akan membuang saya ke lubang yang ada di Kali Akar,”ungkapnya.

BACA: Enam Mahasiswa Unila Ditangkap Polisi di Kampus Saat Sedang Kemas Ganja

Sebelum ia dibuang ke Kali Akar, saat ketiga pelaku berhenti memukulinya, ia memanfaatkan kesempatan itu dan langsung berlari menuju ke jalan raya yang jaraknya sekitar 500 meter sembari beriteriak minta tolong. Hingga akhirnya, ia selamat setelah bertemu rumah warga setempat dan langsung memberikan pertolongan.

“Saat saya berlari mencari pertolongan, mereka (pelaku) masih terus mengejar saya. Hingga akhirnya saya dapat ditolong warga lalu mereka kabur,”jelasnya.

Menurutnya, R, B dan satu pelaku lagi itu, tinggal di Bandarlampung. Sementara pelaku R ini, ia kenal dengan R karena adiknya adalah teman satu Kampus dan satu jurusan ilmu pemerintahan di FISIP Unila.

Dikatakannya, mereka menculik lalu menganiaya dan akan membunuh dirinya, lantaran ia dituduh sebagai cepu itu yang mengakibatkan enam mahasiswa FISIP Unila itu ditangkap polisi karena kedapaten 1 Kg ganja.

“Padahal saya ini ngggak tau sama sekali dengan urusan mereka, kalau kenal ya pasti kenal karena sama-sama satu Kampus di FISIP Unila. Tapi kenapa R, B dan satu temannya itu, memukuili saya bahkan mau membunuh saya,”pungkasnya.