Beranda Hukum Kriminal Ada Loket untuk Transaksi Narkoba di Rumah Toni Sapu Jagat

Ada Loket untuk Transaksi Narkoba di Rumah Toni Sapu Jagat

719
BERBAGI
Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko menunjukkan barang bukti yang disita dari rumah gembong narkoba asal Menggalam Selasa malam (25/2).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Bandar besar sabu-sabu wilayah Menggala, Tulang Bawang, Hartoni alias Tony Sapu Jagat (47) warga jalan Cendana, Gunung Sakti, Kampung Tua, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang yang ditembak mati petugas gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dan Polres Tulang Bawang.

Diketahui, di rumah tersangka, ada sebuah ruangan khusus
seperti Loket diduga tempat tersebut yang digunakan tersangka untuk melayani transaksi para pembeli narkoba.

Wadir Reserse Narkoba Polda Lampung, AKBP K Yani Sudarto saat ditemui diruangannya mengatakan, menegenai barang bukti dan harta tersangka yang disita, terutama pantauan 16 titik kamera CCTV yang dipasang dirumah tersangka. Petugas akan membuka rekaman tersebut bersama tim ahli.

Dari rekaman yang ditayangkan CCTV tersebut, diharapkan petugas bisa melakukan pengembangan, siapa saja yang terlibat dalam  transaksi narkoba dengan tersangka Almarhum Tony Sapu Jagat.

Baca: Terduga Gembong Narkoba asal Menggala Mati Ditembak

“Jadi selain pengamanan yang ekstra ketat, di rumah tersangka juga adasebuah ruangan yang di desain khusus untuk melakukan transaksi narkoba seperti loket tiket. Jika ada yang membeli narkoba, selain sudah terpantau oleh kamera CCTV, dengan cara mengetuk ruangan itu.

Lalu para pembeli narkoba, memesan dan memasukan uangnya kedalam lubang seperti loket dengan cara itulah pembeli langsung bisa mendapatkan barang yang dipesannya,”kata Yani, Rabu (25/2).

Dirumah tersangka Tony, sambung Yani, selain adanya ruangan bentuknyaseperti loket, terdapat juga dua buah ruangan karaoke keluarga. Ruangan tersebut diduga kerap digunakan tersangka untuk pesta narkobadan menjamu para pemasok sabu-sabu dari jaringan sindikatInternasional yang masuk melalui Provinsi Aceh dan Palembang, SumateraSelatan.

“Untuk barang bukti tiga pucuk senjata api organik jenis FN yang danlaras panjang itu memang jenis senjata api pabrikan, kami menduga senjata api itu di beli tersangka Tony Sapu Jagat dari pasar gelap yang ada di wilayah Lampung. Petugas saat ini tengah melakukan pengecakan dan penyelidikan dilapangan,”terangnya.

Baca: Polisi Ringkus Tiga Tersangka Jaringan Narkoba Menggala

Ditambahkannya, sedangkan mengenai harta tersangka yang sementara ini disita petugas, masih diselidiki. Apakah harta tersebut dari hasil tindak pidana penyalah gunaan narkoba, sebagai alat yang digunakan tersangka melakukan tindak pidana atau dugaan tetang tindak pidana
pencucian uang (TPPU).

“Kasusnya masih dikembangkan, kita akan berupaya maksimal untuk dapatmengungkapnya. Mengenai keluarga tersangka, tetap akan dilakukan pemanggilan dan dimintai keterangan sejauh mana pihak keluarga mengetahui bisnis penyalahgunaan narkoba yang di jalani tersangka
selama ini,”tandasnya.

Kronologi ditembak matinya, tersangka Hartoni alias Toni Sapu Jagat, awalnya karena diindikasikan sebagai bandar narkoba. Ia dinilai sangay berbahaya. Puluhan petugas gabungan Ditnarkoba Polda Lampung dan Polres Tulangbawang pun kemudan mengepung rumah tersangka pada Selasa siang (24/2)/ Petugas memerintahkan tersangka untuk menyerahkan diri dan tidak melakukan perlawanan.

Dari dalam rumah tersangka terdengar suara letusan senjata api, karena membahayakan nyawa petugas. Maka petugas yang melakukan penggerebekan, mengambil tindakan tegas dengan membalas tembakan.

Kontak senjata antara petugas dan tersangka tak terelakan lagi. Akhirnya, tersangka tersungkur ketika akan mencoba kabur dengan melompat pagar tembok rumah di dekat kolam renang. Tersangka Toni tertembak petugas tepat mengenai dada sebelah kiri dan paha kanan.

Karena banyaknya darah yang keluar  dengan kondisi tersangka tidak sadarkan diri, maka dari rumah tersangka di Menggala, Tulang Bawang tersangka sempat dibawa petugas untuk mendapatkan perawatan medis ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda. Selang tak berapa lama tiba di Rumah
Sakit, nyawa tersangka tidak tertolong lagi.

Jasad tersangka Hartoni alias Toni Sapu Jagat, dari Rumah Sakit Bhayangkara  kemudian dirujuk dan dititipkan ke Rumah Sakit UmumDaerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk di visum, pada Selasa (24/2) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca Juga: Toni Sapu Jagat, Jejaknya Diwarnai Kontroversi

Loading...