Beranda Ekbis Bisnis Amankan Sertifikat, Para Petambak Dipasena Sewa “Safe Deposit Box” BRI

Amankan Sertifikat, Para Petambak Dipasena Sewa “Safe Deposit Box” BRI

282
BERBAGI
Perwakilan petambak Bumi Dioasena menerahkan 400 lembar sertifikat hak milik untuk disimpan di di BRI,Jl. Raden Intan, Bandarlampung, Senin (7/5/2018).
Perwakilan petambak Bumi Dioasena menerahkan 400 lembar sertifikat hak milik untuk disimpan di di BRI,Jl. Raden Intan, Bandarlampung, Senin (7/5/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Ratusan petambak Bumi Dipasena, di Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang menyewa safe deposit box di Bank BRI guna menyimpan sertifikat rumah dan lahan yang baru saja mereka terima.

Bagi para petambak Dipasena, sertifikat yang baru saja diterimanya adalah barang yang sangat berharga yang harus berada di tempat aman.Mereka harus menunggu puluhan tahun dengan perjuangan keras bertaruh darah, air mata, hingga nyawa.

Perjuangan keras itulah yang akhirnya membuat mereka bersepakat untuk mengagunkan apalagi memindahtangankan sertifikat rumah dan lahan. Maka, pada Senin siang, 7 April 2018,  perwakilan petambak Bumi Dpasena mendatangi kantor BRI di Jalan Raden Intan Bandarlampung guna menyimpan 400 ekslempar SHM milik petambak Dipasena.

SHM itu diamankan sementara sembari menunggu seluruh SHM yang ada diterima oleh petambak sesuai dengan perjanjian bersama yang dibuat antara pihak petambak dengan pihak PT Cenral Proteina Prima.

Nafian Faiz, ketua Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung, mengatakan keputusan menyimpan aman SHM petambak dipasena ke safety box milik BRI tersebut merupakan kesepakatan bersama masyarakat di Kecamatan Rawajitu Timur.

“Hal itu sebagai langkah antisipasi keamanan sambil menunggu proses pembagian SHM secara total selesai melewati tahapan-tahapan yang disepakati Rencananya kami akan sewa Safety box sampai 3 tahun yang akan datang , seluruh biaya sewa dan administrasinya di tanggung bersama oleh para petambak melalui P3UW, “katanya.

Menurut Nafian, selain sebagai tindakan pengamanan kebijakan menyewa safe deposit box bank ini adalah sebuah pembuktian bahwa tanpa harus memilik utang dan menjalankan sistem usaha kemitraan bagi hasil yang baik usaha budidaya udang yang dijalani oleh masyarakat saat ini mampu meningkatkan kesejahteraan lebih optimal.

“Tanpa harus utang ke bank dan sistem kemitraan bagi hasil yang baik, saat ini peluang investasi di bumi dipasena terbuka sangat besar.Bahkan, nvestasi terbuka bagi seluruh masyarakat di Indonesia bukan hanya konglomerat saja,” katanya.

Pembagian Sertifikat Hak milik (SHM) petambak ,yang merupakan salah satu poin resolusi damai dari kesepakatan bersama antara petambak dipasena dengan PT CP prima secara bertahap direalisasikan oleh kedua belah pihak mulai April 2018 lalu.

Pada tahap pertama, sebanyak 400 ekslempar SHM telah dibagikan langsung kepada para petambak dari pihak perusahaan. Pembagian SHM dengan total 6.000-an lebih ekslempar ini di jadwalkan akan selesai dalam beberapa tahapan.

Kejelasan status lahan di area pertambakan Bumi Dipasena semakin terang setelah perjanjian bersama antara pihak CP Prima dengan ribuan petambak yang diwakili oleh Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) pada Oktober2017 lalu.

Menurut Nafian, perjanjian bersama yang dirasakan oleh kedua belah pihak sebagai win – win solution‘sekaligus memperjelas bukti kepemilikan lahan tersebut membuat usaha budidaya udang di Bumi Dipasena semakin progresif menghadapi tantangan rendahnya harga udang, tingginya biaya operasional, hingga buruknya infrastruktur jalan.