Beranda Headline Anggota Polisi Militer AU di Dicopot Jabatannya karena Istrinya Posting Menyinyiri Penusukan...

Anggota Polisi Militer AU di Dicopot Jabatannya karena Istrinya Posting Menyinyiri Penusukan Wiranto

71752
BERBAGI
Postingan FS, istri Peltu YNS, yang menyebabkan suaminya dicopot dari jabatannya dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan (Foto: Foto/Dispenau.Dok)

TERASLAMPUNG.COM — Selain Dandim Kendari, dampak buruk istri posting yang dinilai nyinyir terhadap penusukan Menko Polhukam Wiranto juga dialami seorang anggota TNI AU di Surabaya. Peltu YNS, anggota Polisi Militer Angkatan Udara (Pom AU ) Lapanga Udara Muljono Surabaya, juga dicopot jabatannya karena istrinya berinisial FS postingannya di medsos tentang penusukan Menko Polhukam Wiranto nyinyir.

BACA: Istri Posting Nyinyir Soal Wiranto, Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan

Dalam postingan di medsos istri Peltu YNS menulis kalimat yang dinilai petinggi TNI AU nyinyir.

“Jngn2 ini cma dramanya si wir,,,,buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan, mdh2an si penusuknya baek2 dan slmat dari amukan polisi, buat yg di tusuk smoga lancar kematiannya,” tulis FS.

TNI AU langsung bertindak cepat. Selain menegur keras Peltu YNS, TNI AU juga mencopot jabatan Peltu YNS dan menahannya.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto, penahanan Peltu YNS dalam rangka penyidikan oleh POM AU karena yang bersangkutan melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

“Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (Keluarga Besar Tentara atau KBT) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara. KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Marsma Fajar Adriyanto, Jumat, 11 Oktober 2019.

BACA: KSAD Dorong Istri Dandim yang Nyinyiri Wiranto Diproses Peradilan Umum

Menurut Fajar Adriyanto, istri Peltu YNS telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menko Polhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial Facebook.

Saat ini, FS sudah dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) Pasal Penyebaran Kebencian dan Berita Bohong.

Loading...