Beranda Headline Istri Posting Nyinyir Soal Wiranto, Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan

Istri Posting Nyinyir Soal Wiranto, Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan

18932
BERBAGI
Foto: KSAD Jenderal Andika Perkasa di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (Rolando-detikcom)
Foto: KSAD Jenderal Andika Perkasa di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (Rolando-detikcom)

TERASLAMPUNG.COM — KSAD Jenderal Andika Perkasa menjatuhkan sanksi untuk dua anggota TNI AD. Keduanya dihukum karena istri mereka memposting soal penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial.

“Sehubungan dengan beredarnya postingan di sosial media menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ,” kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

BACA: Anggota Polisi Militer AU di Dicopot Jabatannya karena Istrinya Posting Menyinyiri Penusukan Wiranto

IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z. Kedua orang itu diarahkan ke ranah peradilan umum.

Andika mengatakan pihaknya menindak suami keduanya. Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

“Sehingga konsekuensinya kepada Kolonel HS tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari, penahanan ringan selama 14 hari,” ujarnya.

“Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer,” ujarnya.

Andika mengatakan sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi keduanya. Tapi, besok baru akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Dasar Hukum

Mantan Anggota Komisi Pertahanan atau Komisi I DPR RI, Mayjen (Purn) Supiadin Aries, mengatakan meskipun yang membuat masalah adalah istrinya, Dandim Kendari Kolonel HS tetap memenuhi unsur melanggar UU atau ada pelanggaran disiplin yang berimbas ke HS.

“Keluarga tanggung jawabnya. Keluarganya itu kan anggota Persit (Persatuan Istri Tentara). Istrinya dia kan bukan orang umum, tetapi  terikat dalam Persatuan Istri Tentara, Persit itu, apalagi dia Dandim. Dia ketua cabang Persit. Otomatis sebagai istri Dandim, dia itu Ketua Cabang Persit Kodim Kendari,” kata Supiadin,  Jumat (11/10/2019).

BACA: Jabatan Dicopot karena Ulah Isteri, Ini Kata Mantan Dandim Kendari

“Suaminya sebagai Komandan Kodim adalah Pembina Persatuan Istri Tentara, ya kan. Jadi kaitannya jelas,” kata Supiadin.

Menurut Supiadin, istri Kolonel HS yakni IPDN harusnya menjaga diri karena menyandang status Ketua Persit setempat. Mengolok-olok seseorang, termasuk Wiranto dalam kasus ini, disebut melanggar disiplin.

“Sebagai Ketua Persit cabang Kodim, sebagai istri prajurit, dia harus memberi contoh dong. Jadi otomatis karena dia Ketua Persit, pembinanya adalah Komandan Kodim, maka Komandan Kodimnya kena karena tidak mampu membina istrinya,” jelas Supiadin.

Supiadin tak memerinci pasal berapa di Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer yang dilanggar Kolonel HS. Namun, ancaman pencopotan dari jabatan memang ada di aturan tersebut.

“Saya nggak ingat pasalnya ya tapi itu disiplin di situ kan pertama dia ancamannya itu kan, satu, dicopot dari jabatan. Dia boleh saja mengajukan keberatan Dandimnya boleh. Selama 8 hari dia boleh ngajukan keberatan. Yang kedua, itu kan dia kena kalau nggak salah tahanan ringan atau tahanan berat, itu lamanya 14 hari,” kata dia.

 

Detik | DBS

Loading...