Aturan Terbaru: Syarat Tes PCR Hanya untuk Penumpang Pesawat Terbang

  • Bagikan
Calon penumpang kereta api jarak jauh menjalani rapid test antigen.

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah baru-bari ini  menurunkan batas tarif tertinggi Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) menjadi Rp 275.000 untuk wilayah Jawa dan Bali dan Rp 300.000 untuk wilayah luar Jawa-Bali.

BACA: Anomali Aturan Terbaru: Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR, Kru Pesawat Tidak Wajib

Sebelumnya, harga PCR sempat tembus angka Rp 900 ribu – Rp 1 juta. Lalu diturunkan menjadi Rp495 ribu dan kini kembali diturunkan lagi menjadi Rp 275 ribu.

Selain menetapkan harga baru PCR, pemerintah juga mengubah masa berlaku penggunaan tes tersebut sebagai syarat perjalanan di dalam negeri.

Perubahan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 55 Tahun 2021 tentang Perubahan Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 di Wilayah Jawa dan Bali yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada 27 Oktober 2021.

Menurut lembaran Instruksi Mendagri Nomor 55/2021, aturan itu membolehkan pelaku perjalanan membawa hasil tes PCR yang sampelnya diambil 3×24 jam sebelum perjalanan menggunakan pesawat terbang dengan masa berlaku  3×24 jam.

Dalam aturan sebelumnya, yaitu Instruksi Mendagri Nomor 53/2021, yang mengatur masa berlaku tes PCR selama 2×24 jam saja.

Syarat tes PCR ini hanya berlaku untuk perjalanan domestik jarak jauh menggunakan pesawat terbang yang masuk/keluar wilayah Jawa-Bali. Selain itu, syarat PCR juga berlaku untuk perjalanan menggunakan pesawat antar wilayah Jawa-Bali.

Sementara itu, perjalanan domestik jarak jauh di Jawa-Bali yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, bis, kapal laut dan kereta api hanya diminta menjukkan hasil tes swab antigen yang diambil pada H-1 sebelum keberangkatan.

Sementara itu, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bus, kapal laut, dan kereta api harus menunjukkan hasil tes antigen H-1 perjalanan.

Menurut aturan terbaru tersebut, syarat menyertakan hasil tes swab PCR H-3 untuk penumpang pesawat dan antigen H-1 tersebut berlaku untuk seluruh daerah PPKM level 3, 2 dan 1.

Sedangkan  aturan untuk pengemudi kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya berlaku sebagai berikut:

  1. Sopir yang sudah divaksin dua kali dapat menggunakan antigen yang berlaku selama 14 hari untuk melakukan perjalanan domestik.
  2. Sopir yang baru divaksin 1 kali, antigen akan berlaku selama tujuh hari.
  3. Sopir yang belum divaksin, harus melakukan antigen yang berlaku selama 1×24 jam.
  • Bagikan