Beranda Hukum Kriminal Ayah dan Dua Saudara Kandung Pemerkosa Gadis Disabilitas di Pringsewu Diringkus Polisi

Ayah dan Dua Saudara Kandung Pemerkosa Gadis Disabilitas di Pringsewu Diringkus Polisi

436
BERBAGI
Tiga terduga pelaku pemerkosaan terhadap gadis disabilitas warga Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu digelandang ke Mapolsek Sukoharjo, Kamis malam, 21 Februari 2019. Mereka terdiri atas ayah kandung, kakak kandung, dan adik kandung korban (Foto: polrestanggamus.com)

TERASLAMPUNG.COM — Tiga orang terduga peaku tindak kekerasan seksual terhadap gadis disabilitas berinisial AG (18 tahun) — terdiri atas ayah kandung,kakak kandung, dan adik kandung — warga Pekon Panggung Rejo,Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, digelandang ke Polsek Sukoharjo, Kamis malam, 21 Februari 2018.

Mereka adalah ayah kandung korban berinisia JM (44 tahun), kakak kandung korban berinisia  SA (23), dan adik kandung korban berinsial YG (15).

BACA: Ayah dan Dua Saudara Kandung Tersangka Pemaksaan Inses di Pringsewu Terancam Penjara 15 Tahun

Selain mencokok ketiganya, polisi juga menyita barang bukti beberapa helai baju, celana dalam,celana panjang milik terduga JM, beberapa helai baju SA, celana dalam SA,celana panjang milik SA, beberapa helai baju YG, celana dalam YF, celana panjang milik terduga YG, serta beberapa helai baju AG, celana dalam AG, dan celana panjang milik korban AG.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Kapolsek Sukoharjo Iptu Deddy Wahyudi mengungkapkan, ketiga terduga diamankan berdasarkan laporan Tarseno (51),anggota  Satgas Merah Putih Perlindungan Anak Pekon Panggung Rejo.

“Ketiga terduga diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB,” ungkap Iptu Deddy Wahyudi di Mapolsek Sukoharjo.

Saat ini terduga masih diamankan di Polsek Sukoharjo, selanjutnya proses penyidikan dilimpahkan Satreskrim Polres Tanggamus.

“Tindak lanjut, para terduga akan dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Tanggamus besok, Jumat (22/2/19,” katanya.

Kepada pendamping korban bernama Purwanti (44), korban mengaku  telah dipaksa berkali-kali melakukan persetubuhan hubungan sedarah baik oleh ayahnya, kakaknya maupun adiknya.

Korban yang menderita keterbelakangan atau disabilitas itu tidak dapat melakukan perlawanan, sebab dia takut kepada mereka. ”

“Ketiga terlapor, selalu memaksa berhubungan badan, namun korban takut memberitahukan kepada orang lain. Itu juga terungkap setelah korban dibawa ke psikiater,” kata pelapor dalam laporan tanggal 21 Februari 2019.

TL|Polres Tanggamus | polrestanggamus.com

Loading...