Beranda Hukum Kriminal Belasan Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Polda Lampung Tetapkan DA Sebagai...

Belasan Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Polda Lampung Tetapkan DA Sebagai Tersangka

740
BERBAGI
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Penyidik Subdit IV Remaja, anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung telah menetapkan terduga pelaku DA, yang merupakan oknum pendamping rumah aman Lampung Timur sebagai tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

BACA: Petugas P2TP2A Lampung Timur Ini Juga Jual Korban ke Pria Lain

DA dilaporkan ayah korban dan didampingi LBH Bandarlampung ke Mapolda Lampung atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial NF (14) yang merupakan anak dampingan trauma healing Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur, pada Jumat malam (3/7/2020).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, dari hasil visum korban dan keterangan saksi korban serta saksi lainnya yang diambil pada Selasa kemarin, penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum langsung melakukan gelar perkara.

“Untuk gelar perkaranya selesai dinihari tadi. Dari hasil gelar perkara dan alat bukti, konstruksi pasal yang disangkakan unsurnya terpenuhi. Maka Sudah patut diduga terlapor DA ini, dinaikkan statusnya sebagai tersangka,”ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada teraslampung.com, Rabu (8/7/2020).

Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap DA untuk segera dilakukan pemeriksaan terhadap DA yang statusnya sudah menjadi tersangka.

“Dimanapun tersangka DA ini berada, kami meminta tersangka DA mempertangungjawabkan atas perbuatannya,”jelasnya.

Sedangkan untuk pasal yang disangkakan terhadap tersangka DA, kata mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini, yakni Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nmor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

Kemudian saat disinggung adanya tersangka lain selain tersangka DA, mengingat korban NF diduga pernah diperdagangkan oleh tersangka DA kepada orang lain, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus terhadap laporan korban terkait kasus perbuatan asusila pelaku termasuk adanya potensi tersangka lain.

“Nanti kami akan kembangkan dulu, apakah dalam proses penyidikannya ada tersangka lain dan pasti akan kami proses. Perlindungan terhadap anak ini adalah prioritas, supaya ada efek jera agar jangan ada pelaku pelecehan seksual anak dibawah umur lainnya,”pungkasnya.

Loading...