Beranda News Lampung Utara Bencana Longsor Terjadi di Bukit Kemuning Lampung Utara

Bencana Longsor Terjadi di Bukit Kemuning Lampung Utara

3739
BERBAGI
‎Suasana pemotongan pohon di lokasi bencana longsor di Bukitkemuning, Lampung Utara.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi — Selain banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lampung Utara, bencana tanah longsong juga terjadi di wilayah Bukit Kemuning, Lampung Utara, ‎pada Sabtu malam, 16 Februari 2019.

Bencana itu sempat membuat Jalan Lintas Tengah Sumatera di Kecamatan Bukitkemuning terputus selama beberapa jam.

BACA: Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Lampung Utara

Berkat kesigapan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara yang dibantu warga sekitar, jalan tersebut dapat kembali dilintasi meski dengan sistem buka tutup. ‎Sistem ini terpaksa diterapkan karena masih banyak material longsor yang tidak dapat dipindahkan dengan alat sederhana.

“Bencana longsor terjadi di daerah Hujanmas dan Dwikora di Kecamatan Bukit Kemuning,” tutur Kabid Karlog BPBD, Meri Edialis yang didampingi oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Hamami F. Mega di kantor, Minggu (17/2/2019).

BACA: Banjir Merata di Lampung, Puluhan Rumah di Pringsewu Roboh

Meri mengatakan wilayah yang dilanda banjir di Lampung Utara ada empat kecamatan, yakni Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, dan Abung Timur, serta Sungkai Selatan. Kecamatan terparah yang terkena banjir ialah Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan.

‎Daerah terparah yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Kotabumi ialah daerah Paseban, Muarajaya, Pasar Lama, Sindangsari. Adapun daerah terparah yang terkena banjir di Kecamatan Kotabumi Selatan di antaranya daerah Rawakarya, Tanahmiring.

“Berdasarkan data sementara, total rumah warga yang terkena banjir diperkirakan di atas 200 rumah. Tapi untuk angka pastinya baru dapat kami ‎sampaikan nanti malam karena masih dalam pendataan,” kata dia.

‎Sementara untuk bencana longsor terjadi di daerah Dwikora dan Hujanmas yang berada di Kecamatan Bukit Kemuning. Bencana longsor ini membuat Jalan Lintas Tengah Sumatera sempat terputus di dua titik tersebut.

“Setelah dapat kabar adanya longsor pada pukul 22.00 WIB, tim langsung ke lokasi. Meski berhasil dibuka, namun jalan belum norma karena material longsor harus diangkut dengan alat berat,” paparnya.

Bencana banjir dan longsor ini, menurut Meri, diperkirakan akibat tingginya curah hujan yang melanda di daerah dataran tinggi seperti Bukitkemuning dan sekitarnya. Debit air yang terus naik membuat sejumlah sungai seperti Way Rarem, Way Abung Way Sesah, Way Periki, dan Way Mili tak mampu menampungnya.

“Selain tim BPBD, petugas keamanan dan kesehatan juga berada di lokasi bencana untuk membantu warga,” kata dia.

Loading...