Beranda Hukum Kriminal Bisnis Janin Pelajar SMK, Ir Yakinkan Pacarnya Aborsi tidak Sakit karena Dilakukan...

Bisnis Janin Pelajar SMK, Ir Yakinkan Pacarnya Aborsi tidak Sakit karena Dilakukan Secara Ghaib

163
BERBAGI
Ir (18 tahun, tengah) menyuruh pacarnya, RR,  menggugurkan kandungan hasil hubungan tanpa nikah. Ia bersama Marsudi (50 tahun, kanan) dan Edy (25 tahun, kiri) ditangkap Polda Lampung karena diduga menjadi anggota sindikat jual beli janin.Ketiganya diperiksa di Polda Lampung, Senin (11/4/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, ketiga tersangka, Ir (18), Edy (25) dan Masrudin (50) yang ditangkap tersebut, saat menjalankan aksinya memiliki peran masing-masing dalam sindikat penjualan janin untuk tumbal pesugihan. Peran Ir adalah merayu pacarnya agar mau menggugurkan janin yang dikandungnya.

“Ir merayu pacarnya, RR, bahwa aborsi itu tidak sakit karena dilakukan secara ghaib. Ir (18) yang merupakan pacar korban berinisial RR (16) pelajar SMK Bandarlampung. Tersangka Ir mengakui, pernah berhubungan badan dengan RR hingga akhirnya korban hamil. Mengetahui pacarnya (korban) hamil, Ir merasa kebingungan mencari cara untuk menggugurkan kandungannya,” kata Ferdyan, Senin (11/4).

Menurut Ferdyan, tersangka Ir yang saat itu kebingungan lalu menghubungi teman-temannya, yakni tersangka Edy (25) dan Masrudin (50).

” Ir meminta untuk mencarikan tempat menggugurkan kandungan,”kata Ferdyan.

Selanjutnya, Ir janjian dan bertemu dengan Edy, saat bertemu Edy mengaku memiliki teman yang tahu dimana tempat yang bisa untuk menggugurkan kandungan. Ir meminta kepada Edy untuk menyakinkan korban (pacar Ir), untuk menggugurkan kandungannya.

“Meyakinkannya, tidak perlu takut karenan proses menggugurkan kandungannya tidak sakit dan dilakukannya secara ghaib”ujarnya.

BACA: Para Pelajar Jadi Sasaran Sindikat Bisnis Janin untuk Pesugihan

Setelah korban setuju dengan syarat tersebut, kata Ferdyan, lalu Edy menghubungi rekannya tersangka Masrudin yang memiliki jaringan di Jakarta. Masrudin kemudian menghubungi tersangka Armedi, lalu para tersangka membawa korban ke Jakarta menemui tersangka berinisial Ag (DPO).

“Ketika sampai di Jakarta inilah, korban RR dibawa ke Jawa Tengah bertemu dengan para tersangka lainnya sindikat penjualan janin yang akan dijadikan tumbal pesugihan,”terangnya.

Sebelumnya, pad 14 Maret 2016 lalu petutas kepolisian dari Subdit IV remaja anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, meringkus tujuh tersangka
sindikat jual beli janin pelajar yang dijadikan tumbal pesugihan. Polisi menangkap tujuh tersangka saat sedang ritual di sebuah rumah daerah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ketujuh tersangka yang ditangkap adalah, Armedi alias Medi (27) warga Jalan Sapi’i, Sinar Banten, Selurahan Sidosari, Kecamatan Natar Lampung Selatan; Saleh (42) warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak; Teguh Hartoyo (51) warga Desa Sambak, Purwodadi,
Grebogan; Sri Umu Nurul Hidayah (59) warga Desa Mojoagung, Karangrayung, Grobogan.

Lalu Muhamad Sumantri als Mantri (45) warga Desa Dusun Ciawitali, Kelurahan Bandung Barat; Harno Margono (57) warga Palembahan, Purwodadi Grobogan dan Jajang Sudrajat alias Utom (50) warga Jalan Raya Pandeglang Kertajaya, Banten.

“Ketujuh tersangka sindikat ini, kami tangkap saat sedang ritual pesugihan di sebuah rumah di daerah Grobogan, Jawa Tengah,”kata Ferdyan.

Ditempat itu, selain menangkap ke tujuh tersangka, pihaknya menemukan korban RR. Tapi kandungan korban, belum sempat di gugurkan oleh para sindikat tersebut.

“Selain korban RR, kami juga menemukan korban lain yakni remaja asal Pandeglang, Banten yang dibawa para tersangka akan menggugurkan kandungannya,”ungkapnya.