Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Bupati Agung Ilmu Mangkunegara Bantah Pemkab Lampung Utara Bangkrut

Bupati Agung Ilmu Mangkunegara Bantah Pemkab Lampung Utara Bangkrut

2091
BERBAGI
‎Bupati Agung Ilmu Mangkunegara
Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Perang urat syaraf antara mantan Bupati Za‎inal Abidin dan Petahana Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) untuk merebut simpati rakyat mulai terjadi. Pemicunya adalah perkataan mantan Bupati Zainal Abidin yang me‎nyatakan Lampung Utara saat ini sedang mengalami kebangkrutan belum lama ini.

Meski begitu, A‎IM masih belum mau terlalu terpancing membalas ‘serangan’ mantan kompetitornya itu pada Pemilihan Bupati tahun 2013 silam. Hal ini terlihat jelas dalam raut wajah dan jawaban AIM ketika dimintai tanggapannya seputar tudingan tersebut. Sama sekali tak ada raut kekesalan dan jawaban yang disampaikannya pun tersusun dengan rapi tanpa ada caci maki.

“Lampung Utara itu enggak bangkrut (karena masih‎) ada Dana Bagi Hasil dan uang dari pusat. Kalau ada yang bilang bangkrut, mungkin kurang paham dan mengerti. Jadi, harus belajar lagi aja ya,” sindir AIM saat diwawancarai di pelataran parkir kantor Pemkab, Kamis (9/11/2017).

BACA: Pemkab Lampura ‘Bangkrut’, Sejumlah Warga Kumpulkan Koin untuk Menyumbang

AIM mengatakan, tudingan Lampung Utara itu bangkrut sama sekali tidak benar. Sebab, jika Lampung Utara dikatakan bangkrut maka itu sama menyebut Pemerintah Provinsi Lampung dan pusat juga mengalami kebangkrutan.

“Kalau (Lampung Utara) dikatakan bangkrut, tidak juga. Kalau bangkrut, berarti bangkrut Pemprov, bangkrut juga negara ini,” tegasnya.

Sejatinya, kondisi keuangan seperti ini tak hanya dialami oleh Lampung Utara melainkan juga dialami oleh seluruh daerah di Indonesia. Kendati demikian, orang nomor satu di Lampung Utara ini mengatakan, kondisi yang terjadi di masa pemerintahannya ini masih cukup baik karena pihaknya masih dapat menyalurkan apa yang menjadi hak – hak (uang muka) para kontraktor‎.

“Apalagi ini hanya soal pekerjaan. Mudah – mudahan pekerjaan kami tuntaskan. Uang muka sudah semua, tinggal PHO (Provisional Hand Over)” urai dia.

Orang nomor satu di Lampung Utara ini mengimbau kepada para ‘pemain – pemain’ politik untuk tak hanya bisa memberikan kritik namun juga hendaknya dapat memberikan solusi kepada Pemkab. Hal ini lebih elegan ketimbang mencaci di media. Mereka juga hendaknya memberikan pendidikan politik yang baik meski nantinya akan bersaing dalam Pilbup mendatang.

“Utarakan gagasan‎nya, bukan hujatannya. Utarakan idenya, bukan caciannya. Utarakan yang namanya bagaimana membuat Lampung Utara maju, bukan kesalahan – kesalahannya yang dicari,” tandas suami Endah Kartika Prajawati itu.‎

Sebelumnya, mantan Bupati Zainal Abidin menilai saat ini Lampura dalam kondisi ‘bangkut’. Hal itu dilihat dari beberapa gejolak yang timbul, di antaranya belum terbayarnya hak rekanan yang berujung dilakukannya unjuk rasa, serta beberapa tunjangan yang juga belum dibayarkan.

“Saat ini kondisi Lampung Utara bangkrut,”kata Zainal Abidin, saat menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan pelantikan pengurus ranting PDI-P se Lampura, di GSG Islamic Center Kotabumi, Selasa (8/11).

Menurut mantan Bupati Lampura ini, unjuk rasa yang dilakukan para rekanan beberapa waktu lalu, hendaknya jangan disangkutpautkan dengan politik. Karena menurut dia, itu merupakan murni menuntut hak.

“Kalau ada unjuk rasa, ada orng menuntut hak, jangan berfikir politik, tapi berfikir apakah yang telah dilakukan benar atau tidak. Karena terus terang saja, yang demo itu pemborong saya sangat paham, itu murni menuntut hak,”tegasnya.