Beranda News Pemilu 2019 Caleg DPRD Lampung yang Berpeluang Meraih Kursi di Dapil Bandarlampung

Caleg DPRD Lampung yang Berpeluang Meraih Kursi di Dapil Bandarlampung

8904
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Bandarlampung termasuk daerah pemilihan (dapil) gemuk pada Pemilu 2019.  Di ibukota Provinsi Lampung ini, ada 646.245 calon pemilih yang memiliki hak pilih. Mereka terdiri atas 324.718 laki-laki dan 321.527 perempuan.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Rakata Institute yang dilakukan pada 17-18 April 2019, PDIP menjadi partai yang berjaya dalam mengumpulkan suara. Untuk caleg DPRD Lampung, di daerah pemilihan I (Dapil I) ini, partai banteng moncong putih meraup 28,59 persen.

BACA: Cara Menghitung Perolehan Kursi Pemilu 2019 dengan Metode Sainte Lague

Menyusul kemudian PKS 13,57 persen, PAN (12,17 persen), Gerindra (11,76 persen).

Dengan peta perolehan suara seperti tabel di atas, tampak bahwa ada kejomplangan perolehan suara antara PDIP dengan partai-partai lain. Para caleg petahana suaranya lebih mantap dibanding caleg baru. Selain Eva Dwiana, di dapil ini juga banyak caleg petahana. Antara lain Ade Utami Ibnu (PKS), Azwar Yacub (Golkar), Fauzan Sibron (Nasdem), dan Apriliyati (PDIP).

Para caleg yang memperoleh suara besar di Dapil Bandarlampung antara lain adalah Eva Dwiana (PDIP), sebesar 17,02 persen, disusul Fauzan Sibron (Nasdem) 4,82 persen, Ade Utami Ibnu (PKS) 3, 55 persen, Yeti Harlisah (PAN) 3, 14 persen, Rahmat Mirzani Djausal (Gerindra) 3,02 persen.

Dengan gambaran seperti itu, jika perhitungan perolehan kursi memakai metode Sainte Lague, maka akan ada parpol senior yang tidak bisa mendapatkan kursi di dapil ini meskipun perolehan suaranya di atas 2,5 persen atau masuk 10 besar. Antara lain adalah PKB dan PPP.

Dengan perolehan suara tersebut di atas, dari 11 kursi yang diperebutkan di dapil Bandarlampung, PDIP berhasil menyabet 4 kursi. PKS menjadi partai yang spektakuler karena bisa mengalahkan Gerindra, Golkar, dan Demokrat dengan dua kursi.

Golkar, Demokrat, Nasdem, dan PAN masing-masing memperoleh 1 kursi. Namun, semua hasil ini barulah hasil perlkiraan berdasarkan hitung cepat Rakata Institute yang mengambil data dari sejumlah TPS. Hasil akhirnya masih tetap harus menunggu penghitungan suara KPU.

Para caleg yang berpotensi meraih kursi tampak di grafik di bawah ini:

 

Loading...