Datangi Kantor Staf Presiden, Ini Kata Pengacara Pemilik Bakso Sony

  • Bagikan
Keluarga dan pengacara Bakso Sony usai bertemu staf khusus KSP, Kamis (23/9/2021). Foto: Instagram
Keluarga dan pengacara Bakso Sony usai bertemu staf khusus KSP, Kamis (23/9/2021). Foto: Instagram

TERASLAMPUNG.COM — Bukannya segera membayar kewajiban membayar  tunggakan pajak ke Pemkot Bandarlampung,  pemilik Bakso Sony justru berusaha minta dukungan Kantor Sekretariat Presiden (KSP) untuk mengadukan masalah penutupan semua gerainya. Mereka bertemu staf khusus KSP pada 22 September 2021 dan fotonya diunggah akun Instagram Bakso Sony pada Minggu (26/9/2021).

BACA: Pengacara Pemilik Bakso Sony Bertemu Pemkot Bandarlampung, Hasilnya Masih Zonk

“Alhamdulillah. Terima kasih dan bersyukur kepada Allah SWT, kami keluarga dan kuasa hukum Bakso Son Hajisony Lampung pada tanggal 23 September 2021 diterima untuk audiensi dengan staff khusus Bidang Hukum & Deputi V KSP (Kantor Staf Presiden RI) di Istana Kepresidenan.
Semoga semua berjalan baik aman dan lancar. Salam sehat,” tulis akun Instagram Bakso Sony.

Unggahan itu disambut para penggemar  Bakso Sony dengan kalimat dukungan. Pemilik akunristy_kumis misalnya, menulis,”Alhamdulillah semoga kebenaran terbukti. Semangat terus untuk Bakso Sony.”

Ada juga yang menyentil Bakso Sony, yaitu pemilik akun suepp_66.”Balikin uang pajak kami yang telah kami bayar,” tulisnya.

Terkait pertemuan Bakso Sony dengan stafsus KSP, pengacara pemilik gerao Bakso Sony, Dedi Setiadi,  mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya hanya membuat pengaduan soal penutupan dan nasib karyawan.

“Kami sebagai warga negara datang ke KSP kan bikin pengaduan. Yang kita laporkan masalah penutupan dan nasib karyawan Sony Grup,” kata pengacara dari Sukabumi, Jawa Barat itu.

Sementara Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, mengatakan Pemkot Bandarlampung tidak main-main dalam penegakan aturan. Menurutnya, pemasangan tapping box yang harusnya dilakukan pengelola gerai Bakso Sony sudah lama diketahui publik sehingga tidak ada alasan pengusaha rumah makan berkelit.

Eva mengaku masih menunggu niat baik pemilik Bakso Sony untuk membayar kewajibannya.

“Bisa datang baik-baik menemui saya. Namun kalau tidak ya kami tetap akan tegas. Yang kami tegakkan adalah Perda. Dan itu diinisiasi dan didukung KPK,” katanya.

Dandy Ibrahim/TIM

 

  • Bagikan
You cannot copy content of this page