Beranda Headline Demo Mahasiswa di DPRD Sultra, 1 Mahasiswa Meninggal dengan Luka Tembak

Demo Mahasiswa di DPRD Sultra, 1 Mahasiswa Meninggal dengan Luka Tembak

7571
BERBAGI
Mahasiswa yang menjadi korban kekerasan pada demo di Kantor DPRD Sultra dibawa ke rumah sakit (Foto: kendaripost.co.id)
Mahasiswa yang menjadi korban kekerasan pada demo di Kantor DPRD Sultra dibawa ke rumah sakit (Foto: kendaripost.co.id)

TERASLAMPUNG.COM — Aksi demonstrasi mahasiswa menolak penolakan RUU KUHP di DPRD Sulawesi Tenggar, Kamis (26/9/2019), pagi berlangsung ricuh. Dalam unju rasa tersebut Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo, meninggal dunia. Randi (21) meninggal karena terkena tembakan tepat di dadanya.

BACA: Demo di Kendari: Mahasiswa Tewas, Dokter Pastikan karena Tembakan di Dada

Media lokal setempat, kendaripost.co.id, melaporan selain Randi ada tiga mahasiswa lainnya yang belum diketahui identitasnya juga mengalami kekerasan polisi sehingga luka parah.

Satu kondisi sekarat dan dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas. Sementara dua orang lainnya masih di rawat di rumah sakit Korem.

“Kena tembakan di dada,” kata seorang mahasiswa kawan korban yang enggan namanya ditulis.

Kepala Ombudsman RI Mastri Susilo menuturkan, Randi dilarikan ke Rumah Sakit Dr R Ismoyo (Korem) pukul 15.30 WITA dalam keadaan hidup. Menurutnya, ada peluru bersarang di dada sebelah kanan sehingga nyawa Randi tak dapat diselamatkan

“Lima belas menit setelah dirawat, tepatnya 15.45 langsung dinyatakan meninggal dunia. Kami tidak tahu dari jurusan mana anak inu karena informasinya simpang siur. Pelurunya juga belum kami ketahui, ini akan kami selidiki,” ungkap Mastri, seperti diberitakan media daring lokal.

Mastri mengemukakan insiden tersebut diduga akibat kesalahan prosedur dari kepolisian. Untuk saat ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Irwasda Polda Sultra untuk menyelidiki pelaku penembakan.

Seorang mahasiswa lain mengalami luka kritis di bagian kepala dan dirujuk di rumah sakit Bahteramas. Korban kritis tersebut diketahui bernama Laode Yusuf Badawi. Yusuf terkenan hantaman aparat.

Loading...