Beranda Headline Diberi Kopi Campur Racun Tikus, Ini Kronologi Pembunuhan Dua Pedagang Sapi Asal...

Diberi Kopi Campur Racun Tikus, Ini Kronologi Pembunuhan Dua Pedagang Sapi Asal Lampung Timur

8705
BERBAGI
Jasad belantik sapi korban pembunuhan, Sukirno (32) saat ditemukan tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Tengah dan Jatanras Polda Lampung dalam kubangan lumpur di tepi sungai Way Punggur Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.
Jasad belantik sapi korban pembunuhan, Sukirno (32) saat ditemukan tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Tengah dan Jatanras Polda Lampung dalam kubangan lumpur di tepi sungai Way Punggur Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

TERASLAMPUNG.COM — Jasad pedagang sapi korban pembunuhan, Sukirno (32), warga Rantau Fajar, Raman Utara, Lampung Timur ditemukan tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Tengah dan Jatanras Polda Lampung dalam kubangan lumpur di tepi sungai Way Punggur Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

BACA: Dibunuh dengan Racun Tikus, Mayat Penjual Sapi Dibuang ke Sungai Punggur Lampung Tengah

“Jasad Sukirno, ditemukan terendam dalam kubangan lumpur dipinggir sungai Bumi Rahayu Minggu siang sekitar pukul 10.30 WIB,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara kepada teraslampung.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (3/11/2019).

Ditemukannya jasad korban Sukirno, kata AKP Yuda Wiranegara, hanya berjarak sekitar 100 meter dari jasad korban pertama Nur Sodik (35), warga Rantau Fajar, Raman Utara, Lampung Timur yang lebih dulu ditemukan Sabtu sore (2/11/2019) kemarin.

“Sehari sebelumnya kita temukan jasad korban Nur Sodik, dan Sukirno korban kedua yang kita temukan. Pencarian jasad kedua korban, kami dibackup Jatanras Polda Lampung dan dibantu warga,”ujarnya.

Dikatakannya, saat pencarian jasad korban Sukirno dibagi dua tim, untuk tim satu melakukan penyisiran bagian bawah sungai dan tim satunya lagi menyisiri bagian sugai yang diatasnya. Saat dalam pencarian, mendengar suara teriakan dari tim yang menyisiri sungai bagian atas. Ternyata teriakan itu, tim telah menemukan jasad Sukirno berada dalam kubangan lumpur.

“Jasad Sukirno kita evakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Demang Sepulau Raya. Taklama kemudian, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna keperluan autopsi. Saat ditemukan, kondisinya sudah membusuk dan di tubuh korban ada luka bekas luka tusukan benda tajam dan hantaman benda tumpul,”ungkapnya.

AKP Yuda Wiranegara mengutarakan, korban Sukirno dan Nur Sodik, merupakan korban pembunuhan yang dilakukan pelaku berinisial M yang saat ini masih buron (DPO) dan dalam pencarian petugas. Kuat dugaan, pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap kedua korban sudah direncanakan.

Kasus tersebut, kata AKP Yuda Wiranegara, pihaknya sudah memeriksa tujuh orang saksi termasuk istri dan anak pelaku. Selain itu juga, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu sachet racun hama yang sudah dipakai, satu botol racun tikus, dua bungkus kopi dan sebilah besi seperti tombak masih berlumuran darah.

“Korban Nur Sodik, tewas dibunuh dengan cara diracuni dan ditubuhnya ditemukan adanya luka. Korban Sukirno, selain diracuni juga pukul benda keras seperti tombak lalu ditusuk. Jasad kedua korban, dibuang pelaku di sungai Way Punggur, Desa Bumi Rahayu,”bebernya.

Dari hasil olah TKP dan keterangan istri dan anak pelaku, lanjut AKP Yuda Wiranegara, kedua korban datang mengantarkan tiga ekor sapi ke rumah pelaku di Kampung Bumirahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, pada Kamis (31/10/2109).

Kemudian pelaku menyuguhi kedua korban minuman kopi dan kopi tersebut sudah dicampuri racun hama. Saat itu istri dan anak pelaku, melihat kedua korban sempat teriak dan kejang-kejang kesakitan.

“Saat kejadian pembunuhan tersebut, anak dan istri pelaku melihat korban diseret lalu dihantam menggunakan besi seperti tombak dan ditusuk oleh pelaku. Tapi istri dan anaknya ini hanya bisa terdiam, karena takut dengan pelaku. Lalu istri dan anaknya, diminta masuk kamar oleh pelaku,”terangnya.

Dia menambahkan, mengenai motifnya belum diketahui secara pasti, dugannya ada dendam antara pelaku dan korban kaitannya dengan ternak sapi dan hutang piutang masalah sapi juga.

“Kami masih mengembangkan keterangan saksi istri dan anak pelaku, serta memburu pelaku yang saat ini masih buron,”tandasnya.

Diketahui, korban pembunuhan yakni Nur Sodik ditemukan tim Satreskrim Polres Lampung Tengah dan Jatanras Polda Lampung sudah menjadi mayat di tepi sungai Way Punggur Desa Bumirahayu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Sabtu (2/11/2109) sekitar pukul 14.45 WIB.

Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi luka, posisinya terikat dan tidak mengenakan baju.

Selain menemukan jasad Nur Sodik, polisi juga menemukan mobil korban, tiga ekor sapi korban serta baju korban yang sudah dilucuti. Barang bukti tersebut, ditemukan di wilayah Simpang Perpau, Kotabumi, Lampung Utara.

Zainal Asikin

Loading...