Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dokter Salah Operasi, Orang Tua Pasien RSU Ryacudu Kotabumi Berang

Dokter Salah Operasi, Orang Tua Pasien RSU Ryacudu Kotabumi Berang

3187
BERBAGI
RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara

Feaby Handana|Teraslampung.com

Kotabumi–Bukannya dioperasi hernia, Riski (17) malah dioperasi ambeien oleh dokter Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR), Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (8/1/2019) sekitar pukul 10.30 WIB. Hal itu membuat orang tua Riski berang. Mereka lantas memprotes keras perlakuan tersebut kepada pihak medis RSUR. Mereka mempertanyakan keprofesionalan petugas medis RSUR.

“‎Putra kami ini kan dijadwalkan untuk operasi penyakit hernia hari ini, tapi kok tiba – tiba yang dioperasi malah penyakit ambeien. Ini akan aneh,” tandas Suki, ayah Riski saat ditemui di ruang bedang tempat anaknya tergolek lemah usai operasi, Selasa (8/1/2019).

BACA: Ini Tanggapan Pihak RSU Ryacudu Soal Dokter Salah Operasi Pasien

Suki mengklaim operasi penyakit ambeien yang dilakukan terhadap putranya ini tanpa sepertujuan ia dan istrinya. Sebab, sejak pertama kali berobat hingga sebelum operasi, yang mereka tahu bahwa putranya akan dioperasi untuk menyembuhkan penyakit hernia tersebut.

Menariknya lagi, Suki membeberkan bahwa baik ia dan istrinya sama sekali tidak pernah mengetahui kalau putranya mengidap penyakit ambeien itu. Bahkan, mereka baru mengetahui jika putra kesayangan mereka mengidap penyakit itu usai mendapat kabar kalau operasi pada putranya bukan untuk penyakit hernia melainkan untuk penyakit ambeien.

“Dari awal kami tahunya putra kami ini dioperasi untuk penyakit hernianya dan bukan ambeiennya. Kok dokternya bilang kalau operasi ini untuk penyakit ambeien,” tegasnya.

Ia mengatakan, kalau sedari awal ia tahu bahwa putranya akan dioperasi ambeien, ia jelas tidak akan pernah mengizinkan operasi tersebut. Sebab, ia meyakini penyakit itu sama sekali tidak membahayakan keselamatan nyawa putranya.

“Kalau kami tahu mau dioperasi ambeien, jelas kami enggak izinkan. Penyakit ambeien ini enggak berbahaya!” beber dia.

Gelagat tidak beres pelayanan RSU sejatinya telah terlihat sejak awal sebelum dilakukannya operasi. Sebelum operasi dimulai, petugas medis menyampaikan bahwa putranya tidak jadi dioperasi. Lantas, putranya yang sedang beruasa untuk persiapan operasi dipersilakan untuk makan.

Tak berselang lama, saat ia sedang meninggakan putranya di RSUR, ia mendapat kabar bahwa putranya jadi dioperasi hari ini. Hal inilah yang membuatnya tak dapat mendampingi putranya saat operasi.

“Mereka bilang enggak jadi operasi hari ini dan dipersilakan untuk makan, tapi kok tiba-tiba malah disuruh operasi,” papar warga Kelurahan Kotaalam ini.

Loading...