Beranda Headline Dua Pembunuh Bayaran Bertarif Rp2, 5 Miliar Ditembak Mati di Medan

Dua Pembunuh Bayaran Bertarif Rp2, 5 Miliar Ditembak Mati di Medan

3881
BERBAGI
Lima pembunuh bayaran yang berhasil ditangkap Polda Sumut dan Polresta Medan, Minggu (22/1/2017). Foto: dok kompas.com

TERASLAMPUNG.COM — Tim Gabungan Polda Sumatera Utara dan Polresta Medan menembak mati dua pembunuh bayaran bayaran yang menewaskan seorang pemilik reparasai senjata di Kota Medan, beberapa hari lalu.

Korban adalah pemilik toko senjata Kuna Air Riffle & Airfoft Gun miliknya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Dua  pelaku yang tewas ditembak pada penggeberekan,  Minggu (22/1/2017)  adalah Rawindra alias Rawi (40) dan Putra (31).

Sementara lima pelaku lain berhasil ditangkap dalam kondisi hidup, Mereka adalah Jo Hendal alias Zen (41), M Muslim (30) Wahyudi alias Culun (32),  Chandra alias Ayen (38) dan Jon Marwan Lubis alias Ucok (62).

“Para pelaku adalah pembunuh bayaran, mereka ditangkap berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, diidampini Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Minggu (22/1/2017) petang.

Rycko mengatakan, awalnya pihaknya mengamankan Jo Hendal di rumahnya di Karang Sari, Polonia pada Minggu (22/1/2017) dini hari.

Dari hasil pengembangan, kata Rycko, polisi kemudian menangkap Rawi di Hotel Cherry, lalu Ayen dan John Marwan bersama tiga pucuk senjata api,

“Hasil pengembangan selanjutnya, polisi kembali menangkap Putra, M Muslim dan Wahyudi,” ujarnya.

BACA: Misteri Pembunuh Bayaran di Medan, Korban Pernah Sebut SR sebagai Tokoh Agama Cabul

Menurut Rycko, Rawi bertugas mencari orang dan mengatur skenario. Putra adalah eksekutor, dan Jo Hendal sebagai joki. Sementara Ayen dan John Marwan bertugas menyimpan senjata api.

Selain tiga senjata api, pihaknya juga menyita barang bukti samurai, pisau, bukti transferan uang dan ponsel.

Menurut Rycko, para pelaku ini juga yang pernah coba membunuh korban pada 5 April 2014 namun salah sasaran. Saat itu, korban bersama istri dan karyawan tokonya Wiria hendak membuka toko.

Datang M Muslim dan Wahyudi memukul kepala Wiria dengan kayu hingga terjatuh. Waktu itu, yang bertugas sebagai eksekutor adalah Muslim dan jokinya Wahyudi.

“Mereka diperintah Rawi, motifnya para pelaku mendapat pesanan untuk melakukan pembunuhan. Sudah dua kali mereka mendapat pesanan untuk membunuh. Kasus ini masih kita kembangkan apakah masih ada kasus lain yang mereka lakukan,” ucap Kapolda.

Dia menyatakan akan menindak tegas para pelaku, preman dan pembunuh bayaran yang membuat resah masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

“Sudah saya ingatkan berkali-kali, tindak tegas para preman, pelaku pembunuhan atau perampokan,” ujarnya.

Rycko menjelaskan, pihaknya juga sudah menangkap pemesan untuk melakukan pembunuhan tersebut. “Berinisial RJ, ditangkap di Jambi dan saat ini dalam perjalanan menuju Medan,” kata dia.

sumber: kompas/dbs

Loading...