Beranda Hukum Kriminal Misteri Pembunuh Bayaran di Medan, Korban Pernah Sebut SR sebagai Tokoh Agama...

Misteri Pembunuh Bayaran di Medan, Korban Pernah Sebut SR sebagai Tokoh Agama Cabul

1031
BERBAGI
Siwaji Raja dikawal ketat saat tiba di Polda Sumut, Senin siang (23/1/2017). Foto: tribunnews

TERASLAMPUNG.COM — Misteri pembunuhan terhadap pemilik toko senjata di Kota Medan, Indra Gunawan alias Kuna (45) sedikit-sedikit mulai terungkap. Bersamaan dengan ditangkapnya Siwaji Raja, pria yang oleh polisi disebut sebagai otak pelaku pembunuhan Kuna, beredar informasi bahwa korban Kuna pernah berkonflik di media sosial Siwaji di Facebook.

Di timeline Facebook Kuna tercatat bahwa Kuna pernah mengecam Siwaji yang dinilainya tidak layak sebagai tokoh sebuah agama. Hal itu diungkapkan Kuna di akun Facebooknya saat saat memposting foto musyawarah nasional pemuda sebuah agama di Indonesia.

Foto tersebut diposting Kuna pada bulan Juni 2016, namun baru heboh setelah pada tanggal 2 Januari 2017 seorang netizen menanyakan konteks foto yang dipostingnya.

“Itu foto saat musyawarah pemuda hindu se indonesia, tp saat ini topik marahnya beda bro.. Ada manusia cabul duduk sebagai pemimpin agama,” jawab Kuna di akun Facebook miliknya.

Terkait hal itu, Ketua Tim Pengacara Siwaji Raja, Julheri Sinaga, mengatakan kliennya pernah mengadukan Kuna ke Polda Sumut dalam kasus pencemaran nama baik melalui media sosial.

“Ada statemen yang dibuat Kuna di medsos sehingga dia (Raja) buat laporan. Tapi kita tidak tahu (pembunuhan) itu berkaitan atau tidak,” ucap Julheri.

Sinaga mengakui Siwaji Raja mempunyai hubungan dengan tersangka Rawindra alias Rawi yang tewas ditembak polisi. Menurutnya, Rawi bertugas  mengawasi kafe milik Raja di Jalan Abdulah Lubis.

“Dia yang mengurusi kafe,” katanya.

Meski begitu, hingga Senin (23/1/2017) Polda Sumut belum memfokuskan penyidikan pada masalah konflik di Facebook tersebut. Belum jelas pula apakah yang dimaksudkan tokoh agama oleh Kuna adalah Sirawi Raja (SJ) yang baru saja ditangkap dan diserahkan ke Polda Sumut.

Polda Sumut dan Polresta Medan menangkan Siwaji Raja di Jambi karena diduga sebagai otak pembunuhan Kuna di Toko “Kuna Airsoft Gun” milik korban di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (18/1/2017).

BACA: Dua Pembunuh Bayaran Bertarif Rp2, 5 Miliar Ditembak Mati di Medan

Siwaji diburu polisi hingga ke Jambi setelah tujuh orang suruhannya ditangkap pada Minggu (23/1/2017). Dua dari tujuh anggota komplotan pembunuh bayaran yang kabarnya dibayar hingga Rp 2,5 miliar untuk membunuh Kuna itu tewas ditembak polisi.

Siwaji Raja dibawa polisi dari Jambi dan tiba di Medan pada Senin siang (23/1/2017) sekitar pukul 12.00 WIB. Kedatangan ke Polrestabes Medan mendatkan pengawalan ketat

Pengusaha tambang yang juga Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Medan ini sempat dibawa ke Mapolda Sumut sebelum diserahkan ke Polrestabes Medan.

 

TL/BN