Beranda Hukum Kriminal Enam Nelayan Ditangkap Polair Polda Lampung karena Bawa Bom Ikan dan...

Enam Nelayan Ditangkap Polair Polda Lampung karena Bawa Bom Ikan dan Detonator

538
BERBAGI
Enam nelayan Lampung dibekuk petugas Polair Polda Lampung di perairan Pulau Tegal, Pesawaran, karena membawa bom ikan dan detonator.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Direktorat Kepolisian Perairan Polda Lampung, meringkus enam nelayan karena membawa bom ikan di perairan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Minggu (22/1/2017) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.

Keenam nelayan yang ditangkap tersebut adalah berinisial AD (42), KY (32), MY (36), DV (42), SG (25) dan IF (29). Mereka adalah warga Desa Mutun, Kelurahan Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran.

Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Bonifasius Tampoi didampingi Direktur Polair Polda Lampung, Kombes Pol Rudi Hermanto mengatakan, petugas menangkap keenam tersangka, saat akan mengambil ikan menggunakan bom.

BACA: Berlayar dari Lampung sampai Banten, Enam Nelayan Ini Gunakan Bom dalam Cari Ikan

“Aksi keenam nelayan ini tidaklah dibenarkan, karena merusak terumbu karang dan biota laut lainnya,”ujarnya saat menggelar ekspos di atas Kapal Puyuh 5014 Baharkam Mabes Polri di Pelabuhan Panjang, Rabu (25/1/2017).

Dari para tersangka, kata Bonifasius Tampoi, petugas menyita barang bukti berupa satu unit kapal motor Barokah, serbuk ampo seberat 1 kilogram, 50 buah detonator, bahan peledak jenis bom ikan sebanyak 37 botol (21 botol besar, 15 botol kecil dan 1 botol kecil dibalut plastik) dan racikan kimia campuran sebuk ampo seberat 3,5 ons.

“Untuk barang bukti lain yang disita, lima buah fiber seberat satu kwintal, satu unit kompresor berkapasitas 3,5 PK, tiga buah masker, dua buah selang, beberapa morpis, 162 buah tutup botol dan tiga pack korek api,”ungkapnya.