Beranda News Covid-19 Hasil Rapid Test Reaktif, Satu Keluarga asal Sumsel Ditolak Masuk Bandarlampung

Hasil Rapid Test Reaktif, Satu Keluarga asal Sumsel Ditolak Masuk Bandarlampung

3419
BERBAGI
Petugas melakukan rapid test terhadap para pendatang yang akan masuk ke Kota Bandarlampung di sekitar Tugu Radin Inten II, Senin (26/10/2020),

TERASLAMPUNG.COM —  Satgas Covid-19 Pemkot Bandarlampung menolak satu keluarga asal Kabupaten Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, masuk ke Kota Bandarlampung karena hasil rapid test salah satu anggota keluarga itu reaktif.

BACA: Masuk ke Kota Bandarlampung Diperketat Mulai Senin, Pendatang Harus Lolos Rapid Test

“Kami tidak mau menanggung risiko. Sesuai perintah Pak Walikota, yang hasil rapid tesnya reaktif tidak boleh masuk ke Bandarlampung,” kata Santi, petugas di Posko Tugu Radin Inten, Senin (26/10/2020).

Menurut Santi, dari 41 pendatang yang hendak masuk ke Bandarlampung melalui perbatasan Natar-Bandarlampung, ada dua orang yang hasil tesnya reaktif.

“Kami minta mereka balik arah,” katanya.

Santi mengatakan tidak boleh masuk ke Bandarlampung bagi yang rapid tesnya reaktif hanya berlaku bagi warga dari luar Kota Bandarlampung. Jika yang hasil testnya reaktif tersebut adalah warga Bandarlampug, akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Nantinya Puskesmas yang dekat dengan warga Bandarlampung yang hasil tesnya reaktif menyiapkan petugas untuk memantau dan memastikan apakah perlu uji usap lalu isolasi mandiri atau isolasi di rumah sakit,” katanya.

Pengetatan pendatang masuk ke Kota Bandarlampung dilakukan setelah Bandarlampung menyandang status zona merah penyebaran Covid-19 sejak awal pekan lalu.

Pemkot Bandarlampung mengerahkan petugas untuk memeriksa pendatang di dua pintu masuk ke Bandarlampung, yaitu di sekitar Tugu Radin Inten dan jalan keluar tol (exit toll) pos polisi Sukarame.

“Yang reaktif ketika dirapid test tidak boleh masuk Bandarlampung. Mulai Senin (26/10/2020) besok di Tugu Raden Intan (pintu masuk dari arah Natar) dan exit tol pos polisi Sukarame (dari tol Trans Sumatra). Yang mau masuk Bandarlampung harus dirapid tets semua,” kata Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, Jumat (23/10/2020).

Menurut Herman HN, setidaknya akan ada 10 petugas di dua pintu masuk itu yang akan melakukan rapid test. Stok peralatan rapid test hingga 30 Oktober 2020 masih ada 5.000 buah.

Selain pintu masuk Kota Bandarlampung, pengetatan penjagaan juga dilakukan di pusat keramaian, tempat wisata, swalayan, tempat hiburan, dan rumah makan.

“Ada 650 personel yang bertugas, melakukan patroli di tempat-tempat tersebut,” katanya.