Beranda News Internasional “Horor” di Wuhan: Korban Virus Corona Jatuh Bergelimpangan di Jalan

“Horor” di Wuhan: Korban Virus Corona Jatuh Bergelimpangan di Jalan

1181
BERBAGI
Seorang warga China tiba-tiba terjatuh ke lantai karena diduga terkena serangan virus corona. Sumber: Daily Mail
Seorang warga China tiba-tiba terjatuh ke lantai karena diduga terkena serangan virus corona. Sumber: Daily Mail

TERASLAMPUNG.COM — Di tengah-tengah kecemasan jutaan warga Kota Wuhan, China, setelah beredarnya virus corona, dalam dua hari terakhir beresar lusinan tayangan video berlatar seperti di wilayah China yang menggambarkan orang-orang tiba-tiba jatuh di jalan atau di dalam ruangan.

Mereka diduga terjangkit virus yang belum ada penangkalnya itu.

BACA: Seorang Warga Negara China Jadi Pasien Suspect Corona di Papua Barat

Tayangan di video tersebut menjadi horor tersendiri bagi para penontonnya yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Salah satu video yang beredar luas ke seluruh dunia adalah video yang diunggah  YouTube The Journal. The Journal  memberi judul “People are collapsing on the streets due to Coronavirus in China”.

Tampak di video tersebut warga yang tiba-tiba tersengkur  di jalan. Petugas medis dengan masker di mulut pun kemudian  memberikan pertolongan kepada mereka.

Pemerintah China merilis, hingga Minggu (26/1/2020), 41 orang meninggal karena virus corona. Mereka meninggal diduga kuat karena terserang penyakit mirip SARS yang menyerang sistem pernapasan.

Hingga Minggu (26/1/2020), meskipun latar belakang lusinan video orang-orang bertumbangan sepertinya di China, tetapi belum ada penjelasan dari otoritas di China.

Selain di China, kasus virus corona juga dilaporkan terjadi di Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Singapura, Hong Kong, Makau dan Jepang. Satu kasus juga telah dikonfirmasi di negara bagian Washington, AS, sementara banyak orang di Inggris juga dicurigai mengidap virus itu.

Semua korban jiwa sejauh ini terjadi di China.

BACA: Dokter di China Meninggal karena Tertular Virus Corona

Terakhir, ada informasi yang sudah terkonfirmasi ada warga negara China yang suspect terpapar virus corona dan dirawat di rumah sakit di Sorong, Papua Barat.

Wuhan sendiri adalah  sebuah kota berpenduduk sekitar 11 juta orang. Saat ini kota tersebut telah diisolasi total. Jalan-jalan ditutup, perjalanan kereta dibatalkan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

China telah memperluas karantina kota di provinsi Hubei – asal penyebaran virus corona – setelah jumlah korban jiwa mencapai 26 orang.

Setidaknya 10 kota di provinsi Hubei, yang dihuni 60 juta orang, telah menerapkan pembatasan perjalanan bagi warganya.

Pada Kamis, seorang pasien virus corona meninggal dunia di dekat provinsi Hebei – kematian pertama di luar Hubei.

Satu kematian lainnya dikonfirmasi di provinsi Heilongjiang. Provinsi tersebut berbatasan dengan Rusia dan terletak 2.000km dari Wuhan.

Di tingkat nasional, ada 830 kasus pasien terinfeksi virus corona yang telah dikonfirmasi.

Karantina kota diberlakukan menjelang imlek, yang merupakan salah satu perayaan terpenting di kalender China.

Jutaan orang umumnya mudik ke kampung halaman – tapi banyak dari mereka di provinsi Hubei yang tidak akan merayakan.

Pembatasan perjalanan yang diterapkan berbeda-beda di tiap kota – meski banyak kota yang sudah menghentikan layanan transportasi publik.

Wuhan – dengan jumlah penduduk mencapai 11 juta – kini tengah membangun rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur secara kilat untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah korban.

Media milik pemerintah Changjiang Daily mengatakan rumah sakit tersebut akan siap pada hari Senin. Sejumlah 35 mesin gali dan 10 bulldozer saat ini tengah bekerja di lokasi.

Proyek tersebut akan “menyelesaikan problem kekurangan sumber daya medis” dan akan “dibangun secara kilat dan tidak memerlukan terlalu banyak biaya… karena itu akan menggunakan bangunan siap susun”.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan status darurat bagi penyebaran virus ini, sebagian karena jumlah yang kasus di luar negeri yang rendah – saat ini 13 kasus.

“Mungkin tidak akan dinyatakan (sebagai darurat internasional),” kata direktur jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Amerika Serikat menyatakan pada Kamis bahwa pemerintahnya tengah menyelidiki kasus suspect kedua (dicurigai), kali ini mahasiswa di Universitas Texas A&M yang pernah berkunjung ke Wuhan.
Bagaimana situasi global?

Vietnam dan Singapura pada Kamis menambah daftar negara yang mengkonfirmasi temuan kasus, menyusul Thailand, AS, Taiwan, dan Korea Selatan.

Jepang mengkonfirmasi kasus kedua pada Kamis dan Korea Selatan mengkonfirmasi kasus kedua di negaranya pada Jumat.

Negara lain yang tengah menyelidiki kasus suspect termasuk Inggris dan Kanada serta Indonesia.

Beberapa otoritas telah memberlakukan upaya deteksi dini terhadap penumpang dari China, termasuk di bandara-bandara transit utama di Dubai dan Abu Dhabi.

Taiwan telah melarang orang dari Wuhan untuk masuk ke wilayahnya dan Kementerian Luar Negeri AS telah memperingati pelancong yang bepergian ke China untuk lebih waspada.

TL/BBS/BBC/Daily Mail

Loading...