Beranda Medsos HP Xiaomi Bukan Penyebar Virus Corona, Ini 3 Hoax Lain Menurut Menkes

HP Xiaomi Bukan Penyebar Virus Corona, Ini 3 Hoax Lain Menurut Menkes

596
BERBAGI
Petugas polisi melakukan pemeriksaan di stasiun tol di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Kota Wuhan di provinsi Hubei, Cina, pada 24 Januari 2020. FOTO: REUTERS via The Straits Times
Petugas polisi melakukan pemeriksaan di stasiun tol di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Kota Wuhan di provinsi Hubei, Cina, pada 24 Januari 2020. FOTO: REUTERS via The Straits Times

TERASLAMPUNG.COM — Seiring dengan merebaknya wabah virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, di dunia maya beredar pula aneka informasi yang makin membuat “horor” dan kecemasan publik. Aneka informasi bohong alias hoaks pun berseliweran di medsos.

BACA: Korban Meninggal di China karena Virus Corona Jadi 106 Orang

Salah satu hoaks adalah handphone atau merek Xiaomi diduga bisa menyebarkan virus corona. Gadget tersebut memang dibuat dan diciptakan di China. Tak heran, banyak orang percaya bahwa penggunaannya bisa menyebarkan novel Coronavirus (nCov) alias virus corona yang sedang mewabah.

Ada pula hoaks tentang membeli pakaian yang diimpor dari China bisa menyebabkan penyebaran virus corona. Maklum, banyak sekali barang China yang diekspor ke berbagai negara.

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa virus corona hanya menyebar lewat kontak fisik dengan pasien.

“Artinya mau pakaian atau barang apa pun dari China tidak berpengaruh untuk menyebarkan virus corona,” katanya saat ditemui di lapangan Kementerian Kesehatan Jakarta pada Selasa, 28 Januari 2020.

Hoaks lain yang beredar adalah tentang bawang putih bisa menyembuhkan virus corona. Tak menampik manfaat baik dari bawang putih, namun Terawan mengatakan bahwa hingga kini belum ada pengobatan yang ditemukan untuk mengatasi virus tersebut.

BACA: Sup Kelelawar, Virus Corona

“Kalau sudah ada, pasti langsung diberitakan oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) untuk kita sampaikan ke masyarakat. Sekarang belum ada,” katanya.

Terakhir dan tak kalah menggemparkan, virus corona dijadikan konspirasi senjata biologis.

Melalui informasi yang tidak jelas asalnya, diyakini virus tersebut digunakan China untuk menguasai dunia. Sehingga akhirnya, seluruh masyarakat di bumi takluk di bawah naungan Cina.

Menurut Terawan, memang banyak hoaks yang beredar seperti ini. Namun jika dikaji hingga saat ini, belum ada bukti yang membenarkannya. “Sumbernya tidak jelas, penelitian dan penyelidikan juga belum ada. Jadi belum tentu benar. Masyarakat harus lebih pandai memilah mana yang benar dan salah,” katanya.

Tempo

Loading...