Beranda Hukum Kriminal Ini Alasan Warga Kemiling Bandarlampung Membunuh ‘Debt Collector’

Ini Alasan Warga Kemiling Bandarlampung Membunuh ‘Debt Collector’

1639
BERBAGI
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono, saat memimpin ekspos perkara pembunuhan eksekutor leasing Indra Yana dengan tersangka Ali Imron (baju oranye), di Polresta Bandalampung, Kamis (2/11/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Petugas Polresta Bandarlampung berhasil membekuk Ali Imron (58), warga Kemiling, Bandarlampung, tersangka pembunuhan Indra Yana (42), seorang debt collector, Rabu (1/11/2017).

Dalam ekspose perkara di Polresta Bandarlampung, Kamis (2/11/2017), Ali Imron mengaku ia membunuh korban karena marah dengan korban yang menarik sepeda motor miliknya yang dibelinya melalui perusaaan pembiayaan.

“Ia (korban) dapat menunjukkan bukti surat penarikan,” kata Ali Imron.

Menurut Ali Imron,  awalnya Indra Yana, warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarampung, mendatangi rumahnya dan ingin menarik sepeda motor karena menunggak sepuluh bulan.

“Ya, saat itu saya cuma meminta agar dia (korban.red) dapat menunjukan surat resmi penarikan motor itu. Tetapi, malah dia enggak bisa menunjukan surat itu dan malah membawa motor saya begitu saja,” kata Ali Imron.

Ali Imron mengaku ia marah dan sakit hati karena sepeda  motornya dibawa dengan paksa,. Ia pun langsung meneriaki korban sebagai perampok.

Korban pun tidak terima dengan teriakan tersebut dan langsung melakukan pemukulan kepada pelaku.

“Ya, saya enggak terima pak, dia memukul saya. Secara spontan saya mengambil pisau di dalam tas dan langsung menusukannya ke korban,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan Indra Yana (42), ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Cut Nyak Dien Gang Perumahan Bank Central Asia (BCA), Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Senin (30/10/2017) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

BACA: Eksekutor Perusahaan Leasing Tewas Bersimbah Darah di Jl Cut Nyak Dien Bandarlampung

Korban yang merupakan warga yang tinggal di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat yang bekerja sebagai eksekutor (debt collector) di sebuah perusahaan pembiayaan (leasing) tersebut, ditemukan tewas bersimbah darah akibat tusukan senjata tajam dengan posisi telungkup di tanah.

Mendapat informasi adanya kejadian tersebut, aparat kepolisian dari Polsekta Tanjungkarang Barat dan Polresta Bandarlampung langsung mendatangi lokasi kejadian. Lalu tim Inafis, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih BE 7591 RU.

TL/HLS

Loading...