Beranda News Bandarlampung Ini Sikap Senator Andi Surya Terkait Robohnya Tembok PT KAI di Bandarlampung

Ini Sikap Senator Andi Surya Terkait Robohnya Tembok PT KAI di Bandarlampung

214
BERBAGI
Tembok pembatas perkampungan di Kelurahan Pecohraya Bandarlampung dengan rel yang dibangun PT KAI roboh, Rabu (7/8/2018). Foto: Heri Ch Burbeli

TERASLAMPUNG.COM — Robohnya tembok pembatas perkampungan warga dengan rel kereta api yang dibangun PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kelurahan Pecohraya,Bandarlampung, tepatnya di belakang Kantor Sucofindo,  Rabu (7/3/2018) mendapatkan perhatian khusus dari anggota DPD RI asal Lampung,Andi Surya.

Andi Surya yang sejak pembangunan tembok tersebut melakukan penolakan, menilai tembok itu roboh diduga kuat karena pembangunannya tidak tidak sesuai bestek. Ia pun mendesak penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Dalam rilisnya, Kamis (8/3/218), Andi Surya mengaku dirinya bersama warga pinggir rel KA dua tahun lalu sudah berusaha mengingatkan. Bahkan menentang pembangunan tembok rel KA kepada PT KAI dan Kemenhub bahwa tembok rel KA ini tidak produktif untuk manajemen KA maupun warga masyarakat

“Saat itu kami tegaskan, ada baiknya dihentikan saja. Sekarang terbukti selain meresahkan warga ternyata pembangunan tembok KA ini juga tidak sesuai dengan spesifikasi bestek hingga roboh begini,” kata dia.

Terkait robohnya tembok pembatas perkampungan warga tersebut, Ketua Partai Hanura Lampung itu memberikan beberapa rekomendasi.

BACA: Humas PT KAI Tanjungkarang: Tembok Roboh karena Dilubangi Warga

Pertama, meminta Pemkot Bandarlampung segera mengambil sikap dan antisipasi guna  melindungi warganya dari kemungkinan terjadinya peristiwa yang sama yang akan memakan korban jiwa mau harta warga di sepanjang rel KA, yaitu denga cara mengevaluasi perizinan pembangunan tembok rel KA ini.

Menurut Andi,hasil telaahan pihaknya saat ketika pembangunan rel tembok KA ini dibangun diduga kuat tanpa koordinasi dengan Pemkot Bandarlampung.

“Sehingga tidak tidak ada Izin Mendirikan Bangunan atau pun Amdal, maka sudah menjadi dasar bagi Pemkot utk merubuhkannya,” katanya.

Kedua, meminta BPK RI untuk melakukan audit investigasi atas proyek pembangunan tembok Rel KA ini.

Andi mengaku menemukan bukti-bukti bahwa pembangunan tembok ini melanggar kaidah struktur teknis bangunan. Kenyataannya tembok ini roboh kemaren hanya karena hujan dan angin.

“Kami punya bukti baik saksi maupun gambar-gambar pengerjaan yang dua tahun lalu proyek ini dilaksanakan secara serampangan,” kata dia.

Ketiga,  Kepolisian Lampung bergerak dengan cepat mengamanan lokasi-lokasi tembok yang butuh rawan roboh.

Menurut Andi, hal itu perlu agar tidak terjadi kecelakaan yang menimpa warga.

“Sekaligus bersama-sama Kejaksaan Tinggi dan Pemkot Bandarlampung melakukan investigasi terhadap proyek ini. Selanjutnya lakukan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku di Balai Perkeretaapian Lampung dan PT KAI maupun pihak ketiga pelaksana proyek karena ada maladministrasi dan penyelewengan di dalamnya, “tandasnya.