Beranda Hukum Kriminal Inilah Modus Pasutri Warga Lampura Sekap, Perkosa, dan Rampas Harta Korban

Inilah Modus Pasutri Warga Lampura Sekap, Perkosa, dan Rampas Harta Korban

2144
BERBAGI
Tersangka Suwarda

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi--Aksi kejahatan yang diakukan oleh Suwarda (26) dan Saripah (25), suami istri jahat yang memperkosa dan menyekap, serta merampas barang Rukmini (24) ternyata bukan kali ini saja.

Berdasarkan penyidikan dan keterangan tersangka, mereka pernah melakukan kejahatan serupa di Bandarlampung dan Sumatera Selatan. Modus yang digunakan pun masih sama dengan cara memanfaatkan jejaring sosial Facebook.

“Tersangka berkenalan melalui Facebook dan mengaku sebagai aparat penegak hukum,” tuturnya.

Setiap memperkosa korbannya, tersangka merekamnya dengan menggunakan ponsel. Rekaman ini digunakan oleh tersangka untuk memeras korban dan keluarganya. Korban selalu disekap di sebuah tempat yang telah mereka siapkan sebelumnya.

“Perbuatan jahat itu dibantu istri serta beberapa tersangka lainnya,” kata dia.

BACA: Dibantu Istri, Pria Asal Lampura Ini Perkosa Warga Lubuk Linggau

Setiap tersangka memiliki peranannya masing – masing. Ada yang bertugas memberi makan, ada yang bertugas menjemput, dan ada yang bertugas sebagai eksekutor. Dalam kasus Rukmini, keluarga korban sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp30 juta jika ingin Rukmini dilepaskan.

Beruntung, Rukmini berhasil kabur dari area penyekapan. Meski korbannya berhasil kabur, tersangka tak kehabisan akal dan masih menghubungi keluarga korban dengan meminta uangRp3 juta. Kalau tidak, video pemerkosaan itu akan mereka sebarkan.

“Tapi uang sudah diberikan, tapi videonya tetap disebarkan,” terangnya.

Loading...