Beranda News Pilgub Lampung Kampanye “Wow”, Dana yang Dilaporkan ke KPU Kecil, Arinal-Nunik Berbohong?

Kampanye “Wow”, Dana yang Dilaporkan ke KPU Kecil, Arinal-Nunik Berbohong?

749
BERBAGI
Herman HN menunjukkan data dana kampanye empat paslon Pilgub Lampung 27 Juni 2018.

TERASLAMPUNG.COM — Cagub Lampung 2018 Herman HN menduga paslon nomor 3 Arinal Djunaidi – Chusnunia Halim melakukan pembohongan dalam laporan dana kampanye yang dilaporkan ke KPU Lampung.

Hal itu, kata Herman HN, jika dibandingkan dengan kampanye psaslon lain. Dengan kampanye yang “wow” alias “mewah” dan “mahal”, total dana yang dilaporkan Arinal ke KPU hanya Rp. 9.084.992.771. Padahal, kampanye Herman-Sutono yang biasa-biasa saja dan tidak bertabur artis dan bagi-bagi hadiah besar nilainya yang dilaporkan ke KPU mencapai Rp9.844.900.000.

“Jumlah kegiatan kampanye saya sebanyak 330 kali, sedangkan paslon 3 sebanyak 1.836 kali, dana yang kami laporkan ke KPU sebesar Rp 9.844.900.000, bandingkan dengan Arinal – Chusnunia dana kampanye yang mereka laporkan hanya Rp. 9.084.992.771, ini kebohongan,” tegas Herman HN kepada awak media Kamis sore (10/7) di kediaman pribadinya jalan Cut Nyak Dien Palapa Bandarlampung.

SBY bersama Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri berkampanye di Metro, Sabtu (12/5/2018).
SBY bersama Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri berkampanye di Metro, Sabtu (12/5/2018).

BACA: Inilah Laporan Dana Kampanye Cagub-Cawagub Lampung ke KPU

Lebih lanjut Herman HN mengatakan kegiatan yang dilakukan paslon no 3 Arinal – Nunik dengan dirinya berbanding 1.506 kali lebih banyak tapi dalam laporan dana kampanye Arinal – Nunik lebik kecil dari dirinya, untuk itu dia meminta aparat meriksa dana kampanye semua paslon.

“Saya minta kepada aparat yang berwenang untuk memeriksa dana kampanye semua calon, termasuk periksa juga KPU dan Bawaslunya,” tambah Walikota Bandarlampung itu.

Pada kesempata yang sama Heman HN mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Bawaslu Lampung yang dia nilai sudah melakuan pembiaran terjadinya money politik pada pada Pilgub Lampung tanggal 27 Juni yang lalu.

Herman HN dan Sutono kampanye di Way Halim,Bandarlampung,Kamis (10/5/2018).
Herman HN dan Sutono kampanye di Way Halim,Bandarlampung,Kamis (10/5/2018).

“Tanggal 25, 26 dan 27 itu masa minggu tenang mestinya diawasi oleh Bawaslu dan aparat kepolisian, tapi apa yang terjadi money politik di Lampung sudah kek pasar bukan lagi dari rumah – ke rumah pemberian uang itu,” ujar Herman HN.

BACA: Soal Dana Kampanye Pilgub Lampung, Ini Bantahan Tim Arinal-Nunik

Laporan dana kampanya Pilgub Lampung sebelum diserahkan ke KPU dilakukan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), sumber Teras Lampung di KPU mengatakan ada 4 KAP yang mengaudit laporan dana kampanye paslon.

“Ada 4 Kantor Akuntan Publik (KAP) saya gak hapal nama lengkap kantornya yang saya ingat (KAP) Wedie, Komarudin KAP yang keduanya saya lupa,” ujarnya saat dihubungi via whatsapp.

Tapi menurut Herman HN meskipun sudah diaudit dia tetap yakin bahwa paslon no 3 sudah melakukan kebohongan.

“Itu kan yang dilaporkan. Berapa yang tidak dilaporkan?” tanya Herman.

Ahmad Jajuli sowan ulama, Jumat (30/3/2018) di sela blusukan untuk berkampanye Pilgub Lampung.

Selanjutnya, Herman meminta agar KPK memeriksa dana Kampanye para paslon di Pilgub Lampung.

“Satu – satunya yang tidak bisa dimainkan adalah KPK. KPK mungkin KPK harus segera memeriksa dana – dana kampanye ini, saya siap untuk diperiksa,” tegas Herman HN.

Dandy Ibrahim

Loading...