Beranda Hukum Korupsi Kasus Suap Bupati Lamsel, Jaksa Sebut Komitmen Fee Proyek 21 Persen

Kasus Suap Bupati Lamsel, Jaksa Sebut Komitmen Fee Proyek 21 Persen

255
BERBAGI
Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan terdakwa kasus dugaan suap fee proyek infrastruktur Dinas PUPR Lampung Selatan jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kelas IA Tanjungkarang, Kamis 11 Oktober 2018.
Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan terdakwa kasus dugaan suap fee proyek infrastruktur Dinas PUPR Lampung Selatan jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kelas IA Tanjungkarang, Kamis 11 Oktober 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kelas I A Tanjungkarang menggelar sidang perdana kasus suap proyek infrastuktur jalan di Lamsel dengan terdakwa bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan, Kamis (11/10/2018).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Mien Trisnawaty  itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Antirasuah (KPK) RI, Subari Kurniawan.mengungkapkan adanya fee proyek sebesar 21 persen darin nilai proyek kepada Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Fee proyek sebesar Rp 1,4 miliar kepada Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan melalui orang kepercayaannya, Agus Bakti Nugroho dan Sahroni.

Ketua tim JPU KPK RI, Subari Kurniawan mendakwa Gilang Ramadahan dengan dua Pasal, yakni Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 13 UU No. 13 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam dakwaannya, Subari Kurniawan menyebut bahwa terdakwa Gilang memberikan uang sebesar Rp 1,4 miliar kepada Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

BACA: Kasus Suap Bupati Lamsel, Jaksa Benarkan Ada Temuan Fee Proyek Puluhan Miliar

Pemberian uang tersebut, yakni dengan maksud supaya pegawai negeri ataupun penyelenggara berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Pemberian uang tersebut, dilakukan melalui Syahroni dan Agus Bakti Nugroho sejak November 2017 hingga 25 Juli 2018. Gilang memberikan uang dengan sebutan fee proyek sebesar 21 persen, fee tersebut untuk memenangkan 15 tender proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan sejak tahun 2017 hingga 2018.

“Rinciannya, untuk Zainudin Hasan sebesar 15 persen hingga 17 persen. Komitmen fee tersebut, digunakan Zainudin Hasan dan sisanya untuk panitia lelang dan operasional,”bebernya, Kamis 11 Oktober 2018.

Menurutnya, hal tersebut disampaikan oleh Syahroni anak buah dari terdakwa Gilang Ramadhan, dan dia menyetujui komitmen  fee proyek tersebut.

Usai membacakan dakwaan, Jaksa KPK RI tidak melanjutkan sidang dengan agenda keterangan saksi dan meminta sidang dilanjutkan dengan agenda keterangan saksi pada Minggu depan dengan agenda keterangan saksi.

“Untuk sidang keterangan saksi, kami meminta kepada yang mulia Hakim dilanjutkan pekan depan. Ada sekitar 5 hinga 6 saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan nanti,”jelasnya.

Loading...