BERBAGI
Kecelakaan maut di Tanjakan Tarahan, Lampung Selatan, Minggu pagi (27/10/2019).
Kecelakaan maut di Tanjakan Tarahan, Lampung Selatan, Minggu pagi (27/10/2019).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Tarahan Jalinsum Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Minggu (27/10/2019) pagi sekitar pukul 08.00 WIB merenggut nyawa empat korban jiwa. Keempat korban korban meninggal dunia tersebut adalah pengendara sepeda motor Yamaha NMax satu keluarga yang saat itu sedang swafoto (selfie) di pinggir jalan.

BACA: Kecelakaan Maut di Tanjakan Tarahan, Satu Keluarga asal Kotabumi Tewas

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP M Kasyfi Mahardika, saat ditemui di lokasi mengatakan para korban sudah dievakuasi ke rumah sakit setelah peristiwa nahas tersebut.

“Ada empat korban yang meninggal dunia kejadian laka lantas ini, tiga meninggal di lokasi kejadian dan satu korban lagi meninggal saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda,” katanya kepada Teraslampung.com.

Empat korban yang meninggal dunia tersebut merupakan pengendara motor Yamana NMax. Mereka adalah Jufrebri (36), Santiah (35), Dino Framdan (8) dan Dini Pratiwi (4). Keempatnya masih satu keluarga, warga Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara.

Sementara pengendara motor Hoada Beat warna putih bernama Jaidin (38), warga Jalan Airan I, Desa Way Hui, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan selamat hanya mengalami luka ringan karena korban sempat melompat.

Rudi (37), warga setempat, menceritakan  mobil truk warna kuning BE 9037 NE yang bermuatan bahan kelontongan serta bahan kue, melaju dari arah Bakauheni menuju ke Bandarlampung dengan kecepatan tinggi.

Diduga rem truk blong dan sopir lepas kendali, truk pun menabrak satu keluarga pengendara motor Yamaha N-Max BE 2475 ABL yang saat itu sedang berhenti di pinggir jalan sembari foto selfie di atas trotoar.

“Pengendara sepeda motor yang ditabrak ada empat orang, dua orang dewasa laki-laki dan perempuan dan dua lagi anak kecil. Korban terpental hingga beberapa meter, sampai motornya pun ringsek. Saat itu, korban sedang berhenti dipinggir jalan sembari foto selfi,”ujarnya kepada teraslampung.com.

BACA: Ini Penyebab Kecelakaan Maut di Tanjakan Tarahan yang Renggut 4 Nyawa

Menurutnya, saat kejadian kondisi jalan sepi kendaraan yang melintas. Tapi mobil itu masih melaju ke arah turunan, hingga menabrak pembatas jalan dan masuk jalur lawan arus dan akhirnya terguling.

Saat mobil kondisi oleng dan terguling, kata Rudi, dari arah bawah ada pengendara motor Honda Beat tanpa plat kendaraan. Beruntung, pengendara tersebut langsung melompat dari sepeda motornya dan langsung lari menyelamatkan diri di pinggir jalan.

“Sepeda motor yang dikendarai dilepas, lalu dia (pengendara sepeda motor) ini lompat dan lari. Dia selamat. Hanya luka ringan saja. Sedangkann sopir dan kernet truk mengalami luka-luka,”ungkapnya.

Sementara menurut Mawan (48), juga warga Desa Tarahan,  sebelum terjadinya peristiwa kecelakaan maut tersebut, dirinya sempat mengingatkan satu keluarga pemotor Yamaha NMax untuk tidak berhenti di area lokasi tersebut karena berbahaya untuk keselamatannya. Setelah itu, ia pulang ke rumahnya yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Mereka (korban) ini, berhenti di pinggir jalan sembari selfie di trotoar. Saya sudah ingkatkan, jangan berhenti dan selfiedi sekitar lokasi ini. Memang di tempat korban selfie ini, belakangnya langsung terlihat pantai mungkin karena dilihatnya menarik itulah korban berhenti,”bebernya.

Sesampainya di rumah dan hanya berselang beberapa menit, lanjut Mawan, ia mendapat kabar ada kejadian kecelakaan di turunan/tanjakan maut tarahan. Saat itu juga langsung kembali lagi, untuk melihat kejadian tersebut.

“Jadi saya balik lagi ke lokasi, dan saya lihat mobil truk sudah terguling. Saya juga pemotor yang sempat saya ingatkan tadi sudah tertabrak, motornya ringsek dan semuanya meninggal dunia,”jelasnya.

Loading...