Beranda Hukum Korupsi Kejati Lampung Gerebek Persembunyian Satono

Kejati Lampung Gerebek Persembunyian Satono

443
BERBAGI
Satono (yustisi.com)

Bandarlampung, Teraslampung.Com—Satono, mantan Bupati Lampung Timur, benar-benar lihai dan licin. Terpidana 15 tahun kurungan perjanara untuk kasus korupsi APBD senilai Rp119 miliar, sampai sekarang masih menghilang. Berkali-kali tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memburu Satono, namun belum juga terendus keberadaannya.

Senin sore (10/3) kembali tim Kejati menyambangi rumah Satono, mantan bupati yang dikenal “jago” dalang dan pandai berdakwah ini. Sebab, pemburu dapat kabar kalau Satono berada di rumahnya Jalan Singosari, Kelurahan Enggal, Bandarlampung.

Sayang seribu kali sayang. Ketika melakukan penggerebekan, tim Kejati kecele. Satono tidak ditemukan di bekas rumahnya itu. Keberadannya entah di mana. “Satono benar-benar licin, seperti memiliki ilmu hilang,” ujar awak media yang mengikuti tim Kejati.

Saat tim Pemburu Satono menggerebek rumah di Jalan Singosari, Kelurahan Enggal, Bandarlampung, orang yang dicari tidak ditemukan. Tim Kejati memeriksa di berbagai sudut di rumah mewah milik Satono tersebut.

Bahkan, personel Kejati Lampung juga mengecek hingga ke plafon rumah yang saat ini didiami anak Satono, Dony. Upaya tim Kejati lagi-lagi gagal: plafon rumah tak ada apa-apa, begitu gelap.

Asintel Kejaksan Tinggi Lampung Sarjono Turin seperti kecewa karena buruannya gagal dicokok. Penggerebekan ini, Sarjoni mengatakan, bermula dari  laporan masyarakat yang menyebutkan Satono berada di Bandarlampung.

Maka, tim Kejati bergerak cepat. Sasarannya adalah rumah mewah yang pernah ditempati Satono di Jalan Singosari tersebut. Apalagi di rumah ini, selain ditempati Dony—anak Satono, juga Rice Megawati—isteri Satono—menempati rumah ini.

BACA: Jejak Pelarian Mantan Bupati Lampung Timur Mulai Terendus

Senin sore (10/3) kemarin, memang tim Kejati hanya menemui Rice Megawati. Sementara Satono tidak berada di tempat. “Di dalam rumah hanya ada istrinya, Rice Megawati,” kata Sarjono Turin.

Gagal menemui Satono di Jalan Singosari Enggal, tim Kejati melanjutkan pencarian di rumah Jalan Pangeran Antasari. Lagi-lagi penggerebekan ini gagal menangkap Satono. Sampai pukul 19.00 Satono tak ditemukan, tim Kejati pulang dengan tangan hampa.

“Satono memang licin,” nilai warga sekitar rumah Satono di Antasari saat dimintai keterangannya ihwal tokoh kasus korupsi Rp119 miliar uang negara ini.

Meski ia meragukan Satono memiliki ilmu “melicinkan tubuh” sehingga sampai kini tim Kejati selalu gagal tiap hendak mengeksekusi. Keraguan arga yang minta jangan ditulis identitasnya itu.

“Jangan-jangan semua ini sandiwara,” katanya.

Dia menyebut contoh, saat pihak keamanan menggerebek sejumlah hotel, tempat hiburan malam, atau lokalisasi, dan gagal. Pihak tim razia selalu beralasan bahwa razia yang dilakukan sudah bocor, sehingga tidak mendapati prostitusi yang praktik, tempat hiburan atau hunian hotel sepi.

“Nah, siapa yang membocorkan kalau tidak orang dalam?” warga itu balik bertanya.(isb)

 

Loading...