Beranda Teras Berita Khamami Bantah Setor Uang kepada Pejabat Polda Lampung

Khamami Bantah Setor Uang kepada Pejabat Polda Lampung

161
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Mesuji nonaktoif, Khamami, membantah menyetor uang ratusan juta kepada pejabat Polda Lampung. Hal itu diungkapkan Khamami pada sidang perkara suap Dinas PUPR Mesuji dengan terdakwa Sibron Azis, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang Senin, 6 Mei 2019.

Meski begitu, Khamami yang duduk sebagai saksi untuk terdakwa Sibron Azis tampak ‘terpaksa’ menyebutkan nama mantan petinggi Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih, saat jaksa jaksa KPK, Rony Yusuf, mencecarnya dengan pertanyaan terkait setoran kepada pejabat tinggi di Lampung, termasuk petinggi Polda Lampung.

“Kalau untuk saya berikan-berikan uang ke sejumlah instansi itu tidak pernah. Tapi kalau untuk pembayaran beli tiket ke salah satu teman ada,” ujar Khamami.

“Iya, sebutkan saja siapa,” cecar jaksa Rony Yusuf.

“Bu Sulis, Pak. Dia mantan Humas Polda,” jawab Khamami.

Menurut Khamami, ia pernah memberikan tiket pesawat untuk Kombes Sulistyaningsih senilai sekitar Rp2,5 juta.

Sebelumnya jaksa KPK menanyakan soal penyerahan uang sebesar Rp 200 juta kepada pejabat Polda Lampung.

Khahami membantah ia telah menyerahkan uang ke Polda Lampung sebesar Rp200 juta saat Polda Lampung dipimpin Irjen Suntana dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol.

“Saya memang pernah ke rumah dinas Kapolda (Suntana) dan Wakapolda (Angesta Romano Yoyol). Tapi kalau ada penyerahan sejumlah uang yang dikatakan oleh Wawan Suhendra itu tidak benar,” ujar Khamami.

Khamami mengaku, ketika itu ia menghadiri salah satu acara dinas di sebuah hotel di Bandarlampung. Kala itu ia menelpon ajudan Wakapolda (Angesta Romano Yoyol) bahwa ingin bersilahturahmi

“Karena tamunya padat malam saja kata ajudan. Dan malamnya saya ditelpon oleh ajudan dia, bilang bahwa ingin pengaduan terkait sumur bor. Setelah itu saya menggunakan mobil Wawan ke Rumdis kapolda dan sampai di sana kapolda masih di kantor. Saya menunggu seperempat jam, tidak lama kapolda datang dan saling tegur sapa,” kata Khamami.

“Di saat akan ke rumah dinas kapolda itu anda membawa sesuatu?” tanya jaksa Subari.

“Kami di rumah kapolda itu membicarakan masalah kasus sawit juga masalah lahan register. Setelah itu kami ke rumah wakapolda, dan bertiga juga menggunakan pajero putih, itu punya wawan. Setelah itu kami masuk bertiga,”kata Khamami.

Jaksa Rony Yusuf kemudian mencecar Khamami dengan pertanyaan soal pesan pendek melalui telepon genggam (sms) kepada adiknya yang bernama, Taufik Hidayat pada 15 Januari 2018. Dalam sms itu Khamami ingin meminjam uang sebesar Rp40 juta dan Rp30 juta.

“Di sms itu anda bilang uang-uang tersebut dimasukan ke amplop besar-besar. Itu maksudnya apa?” tanya jaksa Rony.

“Tidak ada maksud apa-apa pak. Itu dibungkus karena saya bilang uang itu mau saya bawa ke Jakarta,” jawab Khamami.

 

Loading...