Lagi, Polda Lampung Ringkus Tiga Anggota Sindikat Jual Beli Janin Tumbal Pesugihan

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih  dan Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi menjelaskan tentang penangkapan tiga anggota sindikat jual beli janin, Senin (11/4). Sindikat ini menyasar para pelajar yang akan menggugurkan kandungannya. Janin yang dibeli dipakai untuk mendapatkan pesugihan.
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum)Polda Lampung, kembali meringkus tiga tersangka anggota sindikat jual beli janin (orok) pelajar yang akan dijadikan tumbal pesugihan. Polisi menangkap ketiga tersangka, di lokasi berbeda bebebarap hari lalu.

Ketiga tersangka yang ditangkap tersebut adalah berinisial Ir (18) pelajar, Ed (25) dan Md (50). Ketiganya merupakan warga Bandarlampung.

Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi bersama Kasubag Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih  mengatakan, dengan tertangkapnya tiga tersangka ini, jumlah tersangka menjadi 10 orang yang sudah tertangkap. Ketiga
tersangka, masih satu jaringan dengan ke tujuh tersangka yang ditangkap sebelumnya.

“Saat menjalankan aksinya, ketiga tersangka memiliki perannya masing-masing,”kata Ferdyan saat konferensi pers di Graha Jurnalis Polda Lampung, Senin (11/4/2016).

Dikatakannya, ketiga tersangka tersebut, merupakan anggota sindikat penjualan janin yang ada di Kota Bandarlampung. Penangkapan ketiganya, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan ketujuh tersangka sebelumnya di daerah Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin lalu
(14/3/2016).

“Dari ketiga tersangka yang ditangkap, tersangka berinisial Ir (18) merupakan pacar  korban RR (16). Tersangka IR juga, masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Bandarlampung,”terangnya.

SIMAK: Sindikat Penjualan Orok Pelajar Diringkus Polda Lampung di Jateng

Menurutnya, selain 10 tersangka yang saat ini sudah ditangkap tesebut, masih ada dua tersangka lain yang belum tertangkap (DPO). Dua tersangka itu adalah, berinisal Ag warga Jakarta dan Tj warga Jawa Tengah.

Sebelumnya, Subdit IV remaja anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, meringkus tujuh tersangka sindikat jual beli janin pelajar yang dijadikan tumbal pesugihan. Polisi menangkap tujuh tersangka saat sedang ritual di sebuah rumah daerah Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin lalu (14/3/2016).

Ketujuh tersangka yang ditangkap adalah, Armedi alias Medi (27) warga Jalan Sapi’i, Sinar Banten, Selurahan Sidosari, Kecamatan Natar Lampung Selatan; Saleh (42) warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak; Teguh Hartoyo (51) warga Desa Sambak, Purwodadi, Grebogan; Sri Umu Nurul Hidayah (59) warga Desa Mojoagung, Karangrayung, Grobogan; Muhamad Sumantri als Mantri (45) warga Desa Dusun Pemkot Ciawitali, Kelurahan Pemkot Bandung Barat; Harno Margono (57) warga Palembahan, Purwodadi Grobogan dan Jajang Sudrajat alias Utom (50) warga Jalan Raya Pandeglang Kertajaya, Banten.


BACA: Para Pelajar Jadi Sasaran Sindikat Bisnis Janin

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi menuturkan, korban dari sindikat penjualan janin ini adalah, seorang pelajar SMK Bandarlampung berinisial RR (16) yang kondisinya sedang hamil dua bulan.

“Korban RR dibawa oleh tersangka dari Bandarlampung, ke Jawa Tengah untuk diambil Janinnya. Lalu janin itu, akan dijadikan tumbal pesugihan oleh para tersangka,”ujarnya.

Ferdyan mengatakan, terungkapnya sindikat penjualan janin ini, berawal dari laporan orang tua korban, Hamdi yang kehilangan anak perempuannya RR (16) lima hari tidak pulang kerumah. Laporan itu, disampaikan Hamdi ke Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin saat berkantor diluar di Bambu Kuning Square (BKS) beberapa waktu lalu.

“Atas laporan itu, Kapolda langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan selama empat hari, korban dapat diketahui keberadaannya berada di Jawa Tengah,”kata Ferdyan.

Saat itu juga, kata Ferdyan, petugas melakukan penyelidikan ke Jawa Tengah dan mendeteksi keberadaan korban RR dibawa oleh sindikat jual beli orok yang akan dijadikan sebagai tumbal pesugihan.

“Ketujuh tersangka sindikat ini, kami tangkap saat sedang ritual pesugihan di sebuah rumah di daerah Grobogan, Jawa Tengah,”terangnya.

D itempat itu, selain menangkap ke tujuh tersangka, pihaknya menemukan korban RR. Tapi kandungan korban, belum sempat di gugurkan oleh para sindikat tersebut.

“Selain korban RR, kami juga menemukan korban lain yakni remaja asal Pandeglang, Banten yang dibawa para tersangka akan menggugurkan kandungannya,”ungkapnya.

Dari para tersangka sindikat penjualan janin tersebut, disita barang bukti tiga bilah keris, peralatan ritual seperti bunga, telur, dua unit mobil jenis Ertiga K 9295 dan Toyota Kijang LSX B 2935 ZQ, 13
unit ponsel dan uang senilai Rp 5 juta.