Beranda Hukum Kriminal Sindikat Penjualan Orok Pelajar Diringkus Polda Lampung di Jateng

Sindikat Penjualan Orok Pelajar Diringkus Polda Lampung di Jateng

230
BERBAGI
Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih didampingi Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi dalam ekspos kasus bisnis orok.

Zainal Assikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Subdit IV remaja anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, meringkus sindikat pelaku jual beli orok pelajar yang dijadikan tumbal pesugihan. Polisi menangkap tujuh tersangka tersebut, di daerah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin lalu (14/3/2016).

Ketujuh tersangka yang ditangkap adalah, Armedi alias Medi (27) warga Jalan Sapi’i, Sinar Banten, Selurahan Sidosari, Kecamatan Natar Lampung Selatan; Saleh (42) warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak; Teguh Hartoyo (51) warga Desa Sambak, Purwodadi, Grebogan; Sri Umu Nurul Hidayah (59) warga Desa Mojoagung, Karangrayung, Grobogan.

BACA: Sindikat Penjualan Orok Incar Remaja dan Pelajar yang Ingin Gugurkan Kandungan

Lalu Muhamad Sumantri als Mantri (45) warga Desa Dusun Pemkot Ciawitali, Kelurahan Pemkot Bandung Barat; Harno Margono (57) warga Palembahan, Purwodadi Grobogan dan Jajang Sudrajat als Utom (50) warga Jalan Raya Pandeglang Kertajaya, Banten.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih didampingi Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, korban dari sindikat penjualan orok ini adalah seorang pelajar SMK Bandarlampung berinisial RR (16) yang kondisinya sedang mengandung dua bulan.

“Korban RR dibawa oleh tersangka dari Bandarlampung, ke Jawa Tengah untuk diambil Janinnya. Lalu janin itu, akan dijadikan tumbal pesugihan oleh para tersangka,”kata Sulis, Selasa (22/3/2016).

Dari para tersangka sindikat penjualan orok tersebut, disita barang bukti tiga bilah keris, peralatan ritual seperti bunga, telur, dua unit mobil jenis Ertiga K 9295 dan Toyota Kijang LSX B 2935 ZQ, 13 unit ponsel dan uang senilai Rp 5 juta.

Loading...