Beranda Hukum Lima Remaja Tersangka Begal Ditembak Mati Polisi, Keluarga Mengadu ke LBH Bandarlampung

Lima Remaja Tersangka Begal Ditembak Mati Polisi, Keluarga Mengadu ke LBH Bandarlampung

2629
BERBAGI
Tokoh Lampung Timur mengadu ke LBH Bandarlampung, Selasa (18/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Keluarga dari lima tersangka begal asal Jabung Lampung Timur, yang ditembak mati anggota tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung beberapa waktu lalu, mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Selasa (18/4/2017) sore.

Kedatangan para orang tua terduga begal ke kantor LBH Bandarlampung, didampingi oleh beberapa aparat pemerintah Desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda Jabung, Lampung Timur untuk melakukan pelaporan dan meminta bantuan hukum atas dasar adanya dugaan pelanggaran HAM dan perlidungan terhadap anak yang diduga telah dilakukan oleh aparat kepolisian Polresta Bandarlampung.

Tokoh Masyarakat Adat Jabung, Lampung Timur, Sukuria Kusuma, mengatakan, selama ini pihaknya selalu banyak diam. Sebab dalam penangkapan sebelumnya, pihaknya tidak pernah ambil pusing. Karena yang ditangkap polisi di Desa tempat kami (Jabung), memang bekas keluar masuk penjara.

“Tapi kalau mereka ini? penangkapan bahkan sampai ditembak mati polisi banyak keganjilan. Kami bergerak, karena ini anak kami dan mereka ini pelajar bahkan tidak pernah masuk penjara,”ujarnya saat Konpers di LBH Bandarlampung, Selasa (18/4/2017).

Sukuria mengutarakan, jangan sampai dalam memberantas pelaku begal, kemudian para anggota polisi tersebut dengan eforia hingga memukul rata bahwa di Jabung diberikan stigma sebagai kampung begal.

Terkait kasus tersebut, kata Sukuria, sebelumnya warga ingin melakukan aksi secara besar-besaran. Beruntungnya, beberapa tokoh adat, pemuda dan masyarakat Jabung lainnya berhasil mencegah agar warga tidak berbuat kesalahan dan melanggar hukum.

BACA: Lima Remaja Jabung Tewas Ditembak, LBH Laporkan Tim Tekab 308 Polresta Bandarlampung ke Komnas HAM

“Kami ingin mereka (polisi) bekerja profesional, dan kami juga hanya menuntut keadilan. Kalau kami diam itu mengganjal dihati, jadi janganlah dipukul rata saja seolah-olah Jabung itu seluruhnya penjahat. Bila perlu dibom saja sekalian, biar kami semua di Jabung ini mati semua,”sesalnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung menembak matilima begal asal Jabung, Lampung Timur, dijembatan layang Srensem, Panjang, sekira pukul 02.15 WIB, sabtu (1/4/2017). Kelima tersangka berhasil dilumpuhkan setelah terjadi baku tembak. Tersangka mengalamiluka tembak di beberapa bagian tubuh dansempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa kelima tersangka begal tak bisa diselamatkan.

Kelima tersangka berhasil dilumpuhkan setelah terjadi baku tembak. Tersangka mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuh dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

Namun, nyawa kelima tersangka begal tak bisa diselamatkan. Kelima tersangka begal itu masing-masing SF (20), JI (20), dan MN (17), ketiganya warga Desa Negarabatin, Kecamatan Jabungm, Lampung Timur. Kemudian, RK (17) dan IS (17), keduanya warga Desa Negarasaka, Kecamatan Jabung, LampungTimur.

“Kelima tersangka terpaksa kami berikan tindakan tegas dan terukur karena melepas tembakan ke arah anggota saat hendak diringkus. Ada yang melawan dengan senjata tajam. Ada juga yang berusaha menabrak motornya ke anggota. Itu memaksa kami memberikan tembakan melumpuhkan. Kelimanya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Kapolresta Kombes Murbani Budi Pitono, Sabtu 1 April 2017.

Menurut Kapolres, hal ini merupakan tindakan tegas dalam menjawab keresahan masyarakat yang semakin tinggi dengan aksi kriminalitas begal.

“Tindakan tegas pasti diberi. Jadi, kepada pelaku begal lain, berhenti secepatnya. Jangan nanti bernasib sama seperti lima orang itu,” kata dia, didampingi Wakapolresta AKBP Bobby Manurung dan Kasatreskrim Kompol Deden Heksa Putra.

TL/RM