Beranda Hukum Minta Uang kepada Keluarga Korban Pembunuhan, Oknum Polisi Diadukan ke Polda Lampung

Minta Uang kepada Keluarga Korban Pembunuhan, Oknum Polisi Diadukan ke Polda Lampung

1030
BERBAGI
Bambanag (baju batik) mengadukan kasus yang dialami keluarga di kantor nomaden Polda Lampung di Lapangan Saburai Bandarlampung, Kamis (9/6).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kakak korban pembunuhan, Bambang (45), warga Guning Sugih, Lampung Tengah,  mendatangi kantor Nomaden Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin di Lapangan Saburai, Enggal, Kamis (9/6/2016).

Kedatangan Bambang, meminta agar perkembangan kasus pembunuhan adiknya bernama Fitri Sutrisnawati (29) agar segera ditindaklanjuti. Karena hingga saat ini, pelaku pembunuhan belum juga tertangkap meskipun pelakunya sudah diketahui.

Selain menanyakan perkembangan kasus pembunuhan, dihadapan Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin dan Wakapolda Lampung, Kombes Pol Bonifasius Tampoi serta para pejabat utama Polda Lampung. Bambang mengadukan oknum polisi Polsek Terusan Nyunyai, Lampung Tengah yang meminta uang Rp 2 juta kepada keluarganya. Uang tersebut sebagai biaya transportasi polisi untuk menangkap pelaku.

“Saat itu oknum polisi Polsek Terusan Nyunyai minta uang Rp 2 juta, keluarga kami cuma punya uangnya Rp 500 ribu. Ternyata uang itu, diambil juga sama oknum polisi itu. Katanya sih uangnya untuk biaya transportasi,” kata  Bamban,  di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Kamis (9/6/2016).

BACA: Kapolda: Usut Segera Oknum Polisi yang Minta Uang Sama Keluarga Korban Pembunuhan!

Bambang menceritakan, pembunuhan terhadap adiknya Fitri Sutrisnawati (29) terjadi di rumahnya korban sendiri di Desa Bandar Sakti, Kecamatan Bandar Agung, Lampung Tengah,  pada bulan Ramadan tahun 2015 lalu sekitar pukul 19.30 WIB.

“Pelaku membunuh Fitri dengan menggorok lehernya hingga nyaris putus. Pelaku juga memotong dua jari Fitri,”kata Bambang.

Aksi pembunuhan keji tersebut, kata Bambang, dilakukan oleh pelaku di hadapan keponakannya yang masih berusia 8 tahun yang saat itu sedang menonton televisi.

“Pelaku pembunuhan itu adalah Rangga yang merupakan mantan suaminya Fitri. Bahkan beberapa waktu lalu, saya pernah melihat pelaku berada di Unit 7 Mesuji,”terangnya.

Menurut Bambang, sejak dilaporkannya kasus tersebut ke Polsek Terusan Nyunyai, Lampung Tengah, hingga saat ini pihak keluarga tidak mendapatkan informasi dari polisi mengenai perkembangan kasusnya. Bahkan,  pelakunya pun belum tertangkap juga.

“Padahal kami  sudah memberitahukan kepada petugas keberadaan pelaku pembunuhan tersebut. Keluarga kami juga sudah memberikan uang Rp 500 ribu yang diminta oleh oknum polisi itu sebagai biaya transportasi. Tapi kenapa pelakunya nggak ditangkap juga?” ujar Bambang.