Beranda News Pelayanan Publik Pasien BPJS Meninggal Diduga karena Ditelantarkan, Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Direktur RSUAM

Pasien BPJS Meninggal Diduga karena Ditelantarkan, Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Direktur RSUAM

1582
BERBAGI
Ujang (berpeci) marah setelah anaknya yang menjadi peserta BPJS dan berobat di RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung meninggal dunia, Senin sore (10/2/2020). Ujang geram karena pelayanan yang tidak baik terhadap anaknya. Ia mengaku hingga meninggal anaknya berada di selasar ruang pasien anak.

TERASLAMPUNG.COM — Rumah Sakit Umun Abdoel Moeloek ((RSUAM) membantah telah menelantarkan pasien peserta BPJS atas nama Rezki Mediansori (21 tahun) hingga meninggal, Senin sore (11/2/2020).

BACA: Viral Video Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek

Dalam klarifikasinya yang dikirim ke Teraslampung.com, Direktur Pelayanan RSUAM, dr. Pad Dilangga, menyatakan pasien yang merupakan warga Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan itu tidak hanya mengidap satu penyakit. Selain demam berdarah dengue (DBD), Rezki juga menderita grasto entiritis akut (diare), dan hepatitis (infeksi hati).

“Pasien merupakan rujukan dari RSU Bob Bazar Kalianda. Ia masuk UGD RSUAM pada Minggu, 9 Februari 2020 pukul 06.36 WIB,” kata Pad Dilangga, Selasa (11/2/20).

Menurut Pad Dilangga, ketika datang di RSUAM pasien dalam kondisi sakit berat, gelisah, dan sesak. Ia kemudian dirawat dengan perhatian penuh di instalasi gawat darurat RSUAM.

Pad menyatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan pelayanan sesuai kondisi pasien.

“(Setelah) dikonsultasikan dengan dr. Riki, Sp.PD, lalu mendapatkan rencana terapi transfusi daerah sebanyak 2 kantung, transfusi trombosit 10 kantung, dan observasi secara ketat. Pada pukul 17.00 WIB saat dr. Riki melakukan pengecekan kondisi pasien masih gelisah. Kontak anedekuat dan terapi dilanjutkan,” katanya.

Menurut dr. Pad Dilangga, pada Senin, 10 Februari 2020 pukul 03.00 WIB pasien alih rawat ke Ruangan Bougenville.

“Terapi dilanjutkan, tranfusi dilanjutkan sesuai instruksi. Lalu dilakukan pengecekan oleh dr. Riki. Diagnosisnya, pasien mengalami DHF (demam berdarah) disertai uremia dan asma eksaserbasi,” ujarnya.

Pad Dilangga mengatakan, dengan kondisi pasien seperti itu, dr. Riki kemudian melakukan edukasi kepada keluarga pasien. Kepada keluarga pasien dikatakan bahwa kondisi pasien sangat serius dan akan dipindahkan ke ruangan rawat khusus penyakit dalam (sesuai keahlian DPJP).

Setelah itu, kata Pad, pada pukul 16.00 WIB pasien dipindah ke Ruang Nuri dengan oksigen terpasang. Saat itu ia diampingi dua orang petugas.

Di depan kamar Ruang Nuri, pasien sudah ditunggu oleh perawat untuk tatalaksana selanjutnya.

“Tetapi pasien mendadak dan perawat segera melakukan tindakan. Tetapi keluarga pasien tiba-tiba marah, memegang dan memukul petugas, serta mencabut selang oksigen yang masih terpasang di pasien tersebut. Akibatnya, pasien tidak tertolong. Pasien meninggal dunia, kemudian dibawa ke rumah duka dengan mobil jenazah RSUAM,” katanya.

TIM

Loading...