Beranda Headline Viral Video Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek

Viral Video Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSU Abdoel Moeloek

13465
BERBAGI
Ujang (berpeci) marah setelah anaknya yang menjadi peserta BPJS dan berobat di RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung meninggal dunia, Senin sore (10/2/2020). Ujang geram karena pelayanan yang tidak baik terhadap anaknya. Ia mengaku hingga meninggal anaknya berada di selasar ruang pasien anak.

TERASLAMPUNG.COM — Sebuah video yang menjadi viral hanya dalam tempo beberapa jam menggambarkan kepedihan keluarga pasien peserta Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJS) setelah kehilangan salah satu anggota keluarganya di RSU Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung, Senin petang sekitar pukul 15.00 WIB (10/2/2020).

BACA: Pasien BPJS Meninggal Diduga karena Ditelantarkan, Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Direktur RSUAM

Dalam video amatir yang diunggah seorang warganet dengan akun Facebook Agus Rahmat Suhada dari halaman TVTIADATARA itu tergambar teriakan histeris seorang perempuan yang diduga ibu pasien.

“Ya Allah ya Robiii, la ilaha ilallah….Muhammadarasulullah….” kata seorang perempuan sambil menangis meraung.

Suara itu ditingkahi ucapan kegeraman seorang pria yang diduga ayah pasien.

“Kami di sini dibiarin saja. Setelah itu dipindahin, dititipin di ruangan … (tidak jelas)…Setelah sekarat baru dipindahin di ruang sebenarnya. Bukan di sini sebenarnya. Ternyata di kuburaaaaaan….!” kata pria tersebut.

“Kenapa harus begitu? Saya ini (peserta) BPJS bayar. Mana BPJS tanggung jawabnya…. BJPS!!! Saya ini bayar! Ke pemda saya juga bayaaar! ” teriak pria di dalam video tersebut. Saya ini orang miskin, dapatnya nomor tiga. Kelas tiga… saya ini enggak mampuuuu…”

BACA: Ibu Asal Kotabumi Ini Nekat Menggendong Mayat Anaknya Pulang Naik Angkot karena Tarif Ambulans RSUAM Sangat Mahal

Video itu juga menggambarkan kemarahan dan kekecewaan pria yang diduga ayah pasien terhadap cara pelayanan dokter.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Teraslampung.com, pria yang terlihat marah di dalam video tersebut adalah ayah pasien. Ia warga Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan pasien yang meninggal adalah Muhammad Rezki Mediansor (21 tahun).

Rezki Mediansor terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Diduga sejak tiba di RSUAM hingga meninggal dunia tidak mendapatkan perawatan yang maksimal. Bahkan, saat meninggal dunia pada Senin sore, tempat tidur Rezki masih berada di selasar RSUAM, bukan di dalam ruangan perawatan.

Sebelum video itu menjadi viral di medsos, Teraslampung.com berusaha menghubungi kerabat pasien bernama Ujang. Ujang mengaku masih dalam perjalanan membawa jasad dari RSU Abdoel Moeloek menuju ke rumah duka.

“Besok kami akan memakamkan. Datang saja ke rumah duka,” tutur Ujang.

Pada Selasa siang (11/2/2020) pihak RSUAM mengirim bantahan ke redaksi Teraslampung.com. Direktur Pelayanan RSUAM, dr. Pad Dilangga, menjelaskan kronologi penanganan pasien sampai pasien meninggal.

Menurut dr. Pad, pihaknya tidak menelantarkan pasien seperti yang terekam dalam video yang menjadi viral di dunia maya.

Dalam catatan Teraslampung.com, RSU Abdoel Moeloek termasuk rumah sakit yang dibanggakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena diklaim pelayanan pasien BPJS-nya bagus.

Sebelum bertolak ke Kabupaten Mesuji untuk meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera (JJTS) ruas Terbanggi Besar (Lampung) – Kayuagung (Sumsel), Jumat (15/11/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSU Abdoel Moeloek (RSUAM) Bandarlampung. Di rumah sakit milik Pemprov Lampung ini, Jokowi meninjau instalasi rawat jalan dan pemanfaatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

BACA: Ini Hasil Sidak Presiden Jokowi di RSU Abdoel Moeloek Bandarlampung

Terkait BPJS Kesehatan, Presiden Jokowi menggali informasi tentang pemanfaatan dan pelayanan BPJS Kesehatan yang diterima oleh para pasien.

“Saya hanya ingin memastikan apakah yang namanya Kartu BPJS itu betul-betul sudah dipegang oleh rakyat, oleh pasien, yang ada di rumah sakit. Saya cek tadi hampir 90 persen lebih memakai BPJS,” kata Presiden.

Dari penuturan pasien, Presiden memperoleh informasi bahwa proporsi kepesertaan BPJS Kesehatan yang ia temui di rumah sakit tersebut justru lebih banyak didominasi oleh peserta program BPJS Kesehatan di luar pembiayaan negara atau daerah yang berarti membayar iuran secara mandiri. Padahal, jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar merupakan yang berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh anggaran APBN.

Data Teraslampung.com menunjukkan, setidaknya ada dua kasus pelayanan RSU Abdoel Moeloek yang menjadi sorotan publik karena dinilai mengecewakan. Pertama, kasus meninggalnya seorang pemulung karena sempat ditolak dirawat di RSU Abdoel Moeloek.

BACA: Akhirnya Winda Sari Pasien yang Pernah Terusir RSUAM Meninggal Dunia

Kedua, kasus pasien balita warga Lampung Utara yang terpaksa dibawa pulang digendong oleh ibunya karena keluarganya tidak mampu membayar uang sewa ambulans. Sang ibu membawa mayat anaknya sambil berurai air mata di dalam angkutan umum.

Untuk kedua kasus itu, pihak manajemen RSU Abdoel Moeloek meminta maaf dan berjanji akan membenahi pelayanan kepada pasien. Namun, RSU Abdoel Moeloek membantah menelantarkan pasien miskin.

Zainal Asikin/Oyos Saroso H.N./TIM

CATATAN: Teraslampung.com melakukan update nama korban pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 11.55 WIB.

Loading...