Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati, Prada Dadi Jadi Saksi untuk Terdakwa Camelia

  • Bagikan
Prada Dadi Pracipto saat bersaksi di ersidangan di PN Tanjungkarang, Senin (11/1) dalam  kasus pembunuhan Kabag Kepegawaian Universitas Malahati yang melibatkan kekasihnya, Camelle Titian alias Camelia dan dirinya.

Zainal Asikin/teraslampung.com

BANDARLAMPUNG  – Oknum anggota TNI AD, Prada Ahmad Dadi Pracipto, hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus pembunuhan Sofyan, karyawan Universitas Mahalahati, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Senin (11/1). Ia ditetapkan sebagai saksi karena mengetahui aksi pembunuhan yang dilakukan Camelle Titian alias Camelia, kekasihnya. Bahkan, Dadi turut ditangkap bersama kekasihnya saat kabur ke Karawang, Jawa Barat.

Prada Dadi juga diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka di Kepolisian Militer.

Keduanya diduga kuat bersama-sama menganiaya Sofyan, Kabag Kepegaiwaian Universitas Malahayati (Unimal), hingga tewas di kamar kos Camelia di Jalan Sumur Putri, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan beberapa waktu lalu.

 

BACA: Jadi Tersangka Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati, Oknum TNI AD Jalani Sidang Militer

Menurut pengakuan Camelia,  pembunuhan tersebut dilakukan  karena korban Sofyan tidak memberikan uang usai berhubungan badan dengan  Camelia.

Kedatangan Prada Ahmad Dadi Pracipto, dikawal ketat oleh aparat Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD saat memasuki ruang persidangan Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Dalam persidangan, Prada Dadi memberikan kesaksiannya, bahwa dirinya mengakui telah mengizinkan kekasihnya Camelia, untuk melakukan hubungan intim dengan korban Sofyan.

Dikatakan Dadi, Camelia butuh uang untuk membayar tempat kosannya, saat itu Camelia meminta izin untuk bersetubuh dengan Sofyan karena dijanjikan akan diberikan sejumlah uang.

“Ya saya mengizinkan untuk melakukan hubungan intim itu, karena dia (Camelia) pada saat itu lagi butuh uang,”kata Dadi, Senin (11/1/2016).

BACA: Ini Alasan Camelia Membunuh Pegawai Universitas Malahayati

Kenyataannya, Camelia kemudian menghubungi dirinya, Camelia meminta untuk datang ketempat kosannya alasannya Sofyan tidak mau memberikan uang setelah melakukan hubungan intim.

“Lalu saya minta dengan Camelia untuk menahan Soyan supaya jangan pergi dulu sebelum saya datang ketempat kosannya itu,”ujar Dadi.

Kemudian dirinya datang ketempat kosanya Camelia bermaksud hanya untuk memberi pelajaran saja kepada Sofyan. Saat ia sampai ditempat kos itu, dirinya langsung saja spontan melayangkan pukulan ke mulutnya Sofyan.

“Saya pukul mulutnya dua kali, lalu kami berdua berkelahi di tempat kosan itu,”katanya.

Melihat perkalihan tersebut, kata Dadi, kekasihnya Camelia membantu dirinya dengan mengambilkan sebilah kayu balok. Lalu kayu balok tersebut dipukulkan dan mengenai kepala Soyan, setelah Sofyan terkapar dirinya mengikat kaki dan tangan Sofyan menggunakan tali tambang jemuran. Kemudian ia juga melakban mulut Sofyan menggunakan lakban hitam.

“Saya juga yang membungkus Sofyan pakai selimut, bahkan sempat menginjak-injak Sofyan dan menggeser tubuh korban ke dinding kamar,”ungkapnya.


BACA JUGA: Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati, Camelia Terancam Penjara Seumur Hidup

Usai melakukan perbuatan tersebut, Dadi pulang ke rumahnya untuk mengambil uang keperluan biaya pergi bersama kekasihnya Camelia ke daerah Karawang, Jawa Barat.

“Saya dan Cemelia pergi ke Karawang dengan membawa mobil korban dan mengambil tiga unit ponsel milik korban,”terangnya.

Sementara terdakwa Kamela Titian alias Camelia merasa keberatan dengan keterangan kekasihnya Prada Ahmad Dadi Pracipto mengenai keterangan pemukulan Sofyan menggunakan kayu balok. Menurutnya, bahwa kau balok yang dia pukulkan justru malah mengenai kekasihnya Dadi.

Kemudian, majelis hakim menanyakan kepada Dadi, apakah benar pernyataan terdakwa Camelia bahwa saudara terkena pukulan kayu balok. Lalu Dadi menjawab pertanyaan itu, bahwa ia memang terkena pukulan kayu balok yang dihantamkan Camelia.

“Tangan saya yang kena pukulan kayu balok itu sama Camela,”kata Dadi.

BACA: Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati: Tujuh Fakta dan Cinta Segitiga

Majelis hakim, Ahmad Lakoni kemudian meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sayekti Chandra untuk membacakan penyebab kematian dari Sofyan. Sayekti menyebutkan, dari hasil visum penyebab kematian Sofyan karena pendarahan pada rongga dada, serta rusaknya organ paru-paru
kanan dan kiri.

Kemudian untuk penyebab lainnya, kata JPU, pada tulang iga kanan dan kirinya, tulang dada korban terkena akibat kekerasan benda tumpul.

Majelis hakim lalu menyatakan, kematian Sofyan dikarenakan injakan bukan karena pukulan. Pembunuhan terhadap Sofyan, dilakukan pasangan kekasih Camela Prada Dadi, pada September 2015 lalu di kamar kos Camelia di Jalan Sumur Putri, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan.

  • Bagikan