Pemilik RM Jumbo Kakap Lakukan Reklamasi Pantai, DKP Lampung Cek Lokasi

  • Bagikan
Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan DKP Lampung Zainal K bersama Kasi Pengawasan dan Kelautan Budi Setiawan dan Kasi Pengawasan Sumber Daya Laut Ocha melihat lahan pengurukan di belakang RM Jumbo Seafood Kota Bandarlampung, Senin (6/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim
Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan DKP Lampung Zainal K bersama Kasi Pengawasan dan Kelautan Budi Setiawan dan Kasi Pengawasan Sumber Daya Laut Ocha melihat lahan pengurukan di belakang RM Jumbo Seafood Kota Bandarlampung, Senin (6/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung turun ke lapangan meninjau pengurukan pantai Gudang Agen yang diduga tidak memiliki izin yang dilakukan oleh pemilik Rumah Makan (RM) Jumbo Seafood Jhonson, Senin, 6 September 2021.

BACA: Walhi Lampung Minta Aparat Tindak Tegas Pengurukan Pantai Ilegal di Pantai Gudang Agen

Menurut Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan DKP Lampung Zainal K, tujuan peninjauan  lahan urukan itu untuk melihat langsung lokasi pengurukan yang sudah mendapat perhatian Gubernur Lampung Arinal Djuniadi.

“Saya diperintah Bu Kadis Liza Derni untuk memantau lahan itu dan Bu Kadis tentu sudah mendapat perintah dari Pak Gubernur karena pemberitaan soal lahan pengurukan sudah viral di media,” jelasnya.

Selain itu, dia juga memberikan klarifikasi dimana saat hearing dengan DPRD Kota Bandarlampung Jhonson mengaku tidak paham dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung, padahal pihaknya (DKP) sudah pernah menegur Jhonson sebanyak dua kali.

“Karena pengurukan ini tejadi tahun 2018 saya harus mencari arsip dan ditemukan bahwa kami sudah dua kali menegur pengurukan itu yaitu surat teguran pertama bulan Februari dan Maret 2018 dan pihak Jhonson mengabaikannya,” kata Zainal.

Setelah bertemu dengan Jhonson, Kabid Pengawasan Sumber Daya Kelautan DKP Lampung Zainal K menyarankan agar secepatnya mengurus izin pengurukan tersebut.

“Harapan saya segera mengurus izinnya kami siap membantunya. Kami ingin melihat niat baik atau itikad baiknya kalau saran kita diabaikan artinya tidak punya itikad baik donk dan nantinya akan berurusan dengan pihak berwajib,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik RM Jumbo Seafood Jhonson mengaku tidak paham soal perizinan niatnya menguruk lahan itu untuk menambah tempat pariwisata saja.

“Saya kurang memahami soal perizinan itu niat saya untuk tempat wisata walaupun sampai saat ini tempat itu mangkrak karena persoalan dana. Saya mau bangun hoteL.Nah, di depannya itu biar bersih saya uruk lah karena sebelumnya penuh sampah,” kata dia.

Untuk melakukan pengurukan lahan sekitar 5.000 meter berada di belakang RM Jumbo Seafood di jalan Ikan Sepat, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung. Jhonson mengaku mendapat izin dari Lurah Pesawaran dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Saya dikasi Surat Keterangan Pengelolaan Tanah Negara (SKPTN) dari lurah juga surat izin pengurukan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung,” jelas Jhonson sambil memperlihatkan surat-surat tersebut.

Pemilik RM Jumbo Seafood itu juga menjelaskan dalam masalah lahan urukan ini dia sudah dimintai keterangan oleh Polisi.

“Hari Rabu (1/9) yang lalu saya dimintai keterangan oleh Polda Lampung di sini (RM Jumbo Seafood),” jelasnya.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan