Penelusuran Identitas Pria yang Diduga Polisi Asal Lampung dan Ditemukan di RSJ Aceh Temui Titik Terang

  • Bagikan
Polisi menemukan seorang pria yang diduga sebagai Bharaka Abrip Zainal Abidin Asep di RSJ Zainal Abidin, Banda Aceh. Foto: Istimewa via liputan6.com

TERASLAMPUNG.COM — Polda Lampung dan Polda Aceh menindaklanjuti informasi yang menyebutkan seorang polisi asal Lampung  bernama Abrip Zainal Abidin Asep berpangkat Bharaka (setingkap prajurit kepala atau Praka) yang hilang saat tsunami Aceh 2004 silam kini ditemukan lagi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Informasi yang beredar di medsos sejak beberapa hari itu, kini sudah hampir menemui titik terang. Polda Aceh dan Polda Lampung mulai menelesisik jati diri Asep.

BACA JUGA: Sopir Taksi Online Warga Kemiling Ditembak di Leher Hingga Tembus

Tim Dokter Polisi (Dokpol) Polda Lampung sudah mendatangi keluarga Asep di Natar, Lampung Selatan, untuk mengambil sampel DNA. Sedangkan tim Dokpol Polda Aceh mengambil sampel DNA Asep.

“Sampel darah dari pihak keluarga Asep kami perlukan untuk mencocokkan dengan sampel DNA yang dimiliki pria yang kini dirawat di RSJ Aceh. Perlu dicocokkan apakah  DNA keluarga Asep identik dengan DNA Abrip Asep,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Minggu (21/3/2021).

Pandra mengatakan, setelah hasil pengujian sampel DNA keluarga Asep keluar pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Dokpol Polda Aceh.

Sebelumnya, beredar kabar seorang personel Brimob yang hilang saat tsunami Aceh 2004, ditemukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. Anggota Brimob bernama Abrip Asep ditemukan setelah dinyatakan menghilang sejak 17 tahun lalu dalam tragedi tsunami Aceh.

Orang yang diduga sebagai Abrip Asep ditemukan oleh seorang polisi Bripka Indra dan rekannya saat mendatangi RSJ Zaenal Abidin Banda Aceh pada Rabu 17 Maret 2021.

Bripka Indra dan rekannya pun kemudian mengunggah video pertemuannya dengan pria yang diduga sebagai Asep ke media sosial. Video itu kemudian mendapatkan respons dari keluarga Asep di Natar. Polda Lampung pun juga merespons informasi tersebut.

Saat ditugaskan ke Aceh pada masa bencana tsunami 2004 lalu, Abrip Zainal Abidin Asep atau Baharaka Asep tercatat sebagai  Resimen II Pelopor Anggkatan 351 99/00. Ia dinyatakan hilang pascatsunami di Aceh pada 2004.

Pandra mengatakan pria yang diduga Abrip Zainal Abidin alias Asep mulai dirawat di rumah sakit itu sejak tahun 2009. Pria tersebut dibawa tahun 2009 dari Sampoiniet, Aceh Jaya.

Di dokumen Polri, Abrip Asep bertugas sebagai pasukan Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. Dia bertugas sebagai Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh pada 2004.

Ketika tsunami menerjang Aceh pada 2004, posko tempat Brimob Abrip Asep bertugas hancur bersama bangunan lain hingga rata dengan tanah. Pascatsunami, Asep dinyatakan hilang dalam musibah tsunami.

Abrip Zainal Abidin Asep saat masih bertugas sebagai anggota polisi dan ditugaskan di Aceh (kiri). Pria yang diduga sebagai Abrip Zainal Abidin Asep saat ditemukan berada di RSJ Zainal Abidin Banda Aceh (kanan). Foto: dok merdeka.com

Rupanya Asep selamat dari bencana itu. Ia diselamatkan seorang kepala desa di Kabupaten Aceh Jaya. Untuk memulihkan traumatisnya, kepala desa membawa Asep ke RSJ Zainal Abidin di Banda Aceh.

Direktur RSJ Zainal Abidin Banda Aceh, Makhrozal, mengaku belum bisa memastikan apakah Asep yang dirawat di RSJ Aceh tersebut adalah mantan polisi yang kini ramai menjadi perbincangan di medsos.

Menurutnya, pasien yang diduga Asep itu awalnya diantar ke RSJ oleh warga (kepala desa) di Kabuten Aceh Jaya pada 2009 lalu. Setelah itu, pihak rumah sakit beberapa kali  menyerahkan pasien kepada wali di Kabupaten Aceh Jaya.

Makhrozal mengatakan, pria yang disebut sebagai Asep itu secara klinis sudah pulih atau mengarah ke sembuh. Ia masih berada di RSJ Zainal Abidin karena pihak RSJ kesulitan menemukan wali atau pihak keluarga yang bertanggung jawab atas Asep.

80 Persen Mirip

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, pria yang diduga polisi asal Lampung dan bernama Asep itu sempat diantar kembali ke Desa Fajar, Kecamatan Sampoinet, Aceh Jaya. Namun, kepala desa yang dulu merawatnya sudah meninggal dunia. Karena tidak adanya wali, maka Asep dibawa lagi ke RSJ Zainal Abidin Banda Aceh.

Menurut Kombes Winardy, berdasarkan keterangan pihak keluarga di Lampung, ciri-ciri fisik pria yang diduga sebagai Bharaka Asep mirip dengan ciri-ciri Bharaka Asep.

“Menurut keluarganya, ciri-ciirinya antara lain ada luka di pelipis kanan, lesung pipit, serta tanda khusus di telinga. Ciri fisik itu sudah ditemukan di pasien diduga Asep. Kami sudah memastikan kemungkinan 80 persen ciri-ciri fisik yang disebutkan saudaranya ada di ‘Asep’ yang di RSJ,”  kata Winardy, Minggu (21/3/2021).

Kombes Winardy mengatakan pihaknya sudah mengambil sambil DNA pria yang diduga sebagai Asep. Nantinya akan dicocokkan dengan sampel DNA keluarga Asep yang diambil oleh tim Dokpol Polda Lampung.

Loading...
  • Bagikan