Beranda Hukum Kriminal Pengakuan Pelaku Pembunuhan Bocah 5 Tahun dan Skandal Inses di Sukabumi

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Bocah 5 Tahun dan Skandal Inses di Sukabumi

376
BERBAGI
Para pelaku pembunuh gadis Cilik berinisial NP. Korban diperkosa oleh kedua saudara angkatnya RG dan RD lalu dibunuh. Mayat korban lalu dibuang ke Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. | Sumber Foto:Istimewa via sukabumiupdate.com

TERASLAMPUNG.COM – Polisi mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus pemerkosaan anak di bawah umur dan pembunuhan terhadap NP (5 tahun) oleh keluarga angkatnya (ibu dan dua kakaknya) — bukan ibu tiri dan kakak tiri seperti ditulis teralampung.com sebelumnya–di Kampung Bojongloawetan, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

BACA: Setelah Membunuh Adik Tiri, Remaja Kakak Beradik Berhubungan Intim dengan Ibu Kandung

Berdasarkan pemeriksaan terhadap SR (35 tahun), terungkap bahwa SR mengalami kelainan seks. Ia termasuk perempuan yang menyuai  inses hubungan intim sedarah dengan dua anak laki-lakinya RG (16 tahun) dan RD (14 tahun).

Selain kelainan seks, SR juga menyimpan perasaan berlebihan terhadap RG, putra kandungnya, dan NP  (putri angkatnya). Tragisnya, NP kemudian menjadi korban pembunuhan. SR mengaku cemburu buta ketika melihat putra sulungnya memperkosa NP pada Minggu (22/9/2019) pagi.

“Motif SR (membiarkan anak kandungnya membunuh anak angkatnya) karena dia cemburu lantaran ia melihat RG memperkosa NP. Ibu dan anak ini sering melakukan hubungan intim sedarah,” jelas Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Selasa (24/9/2019).

Lebih sadis lagi, setelah NP tewas karena dicekik, SR  dan RG melakukan hubungan intim di depan jasad korban.

Kejadian ini berawal pada Minggu pagi itu. SR berangkat jualan tutut seperti biasa, dan di tengah perjalanan sadar bahwa dompetnya tertinggal di rumah sehhingga akhirnya memutuskan kembali pulang ke rumah.

“Saat masuk kamar lihat RG sedang ‘gituan’ sama Nadia. Heh RG, kamu sedang ngapain?” kata SW kepada para wartawan.

Menurut SW, usai memerkosa NP, RG mencekik NP hingga meninggal.

“Saat korban sudah nggak sadar, RG kan masih telanjang, kami melakukan hubungan badan lagi depan korban,” terangnya.

Sri mengaku sudah tiga kali berhubungan badan dengan RG, dan dua kali dengan RD. Ia mengaku terpaksa melakukan itu karena suaminya MSH (60 tahun) sudah tak kuat lagi melayaninya.

Gak tau pengen aja sama anak saya. Bapak sudah gak kuat,” paparnya.

SR mengaku mengangkat anak NP sejak NP berusia dua tahun. “Saya diserahi langsung oleh ibu kandungnya, karena memang kami masih tetangga,” katanya.

Belum jelas  pelaku ini mengangkat NP dari tetangganya yang di mana. Sebab, keluarga angkat Nadia sebelum tinggal di Kampung Bojongloawetan, Kelurahan Situmekar, menurut tetangga juga pernah tinggal di Kampung Tegal Jambu, Kelurahan Situmekar. Keluarga angkat ini pun saat pindah ke Kampung Bojongloawetan sudah bersama Nadia.

Sedangkan dari keterangan yang dihimpun bahwa ibu kandung Nadia warga Kampung Cicadas Dulangnangkub, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

TERAS.ID | SUKABUMIUPDATE.COM

Loading...