Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Pengukuhan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Lampung Utara Nyaris Ricuh

Pengukuhan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Lampung Utara Nyaris Ricuh

149
BERBAGI
Kericuhan usai pengukuhan pengurus PPDI Lampura
Kericuhan usai pengukuhan pengurus PPDI Lampura

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pengukuhan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Lampung Utara di Gedung Serba Guna Islamic Center Kotabumi, Kamis pagi (1/11/2018), nyaris ricuh.

Kericuhan ini berlangsung tepan di depan hidung para petinggi Pemkab Lampung Utara, seperti Asisten I Sekretaris Kabupaten, dan para camat. Penyebab kericuhan dikarenakan adanya faktor ketersinggungan kepala desa terhadap pengurus PPDI yang tidak pernah memberitahukan ihwal pembentukan organisasi ini kepada mereka. Padahal, mereka selaku pimpinan sudah selayaknya para perangkat desa ini meminta restu atau paling tidak memberitahu mereka terlebih dulu.

Awalnya acara berlangsung normal seperti biasa. Bahkan, acara pengukuhan para pengurus PPDI Lampung Utara periode 2018 – 2023 berjalan mulus tanpa ada kendala. Suasana mulai memanas saat Ketua PPDI Provinsi Lampung, Triyono menyampaikan sambutan usai pengukuhan.

Saat itulah, Senfri, Kepala Desa Lepang Tengah, Sungkai Jaya tak mampu lagi menahan emosinya. Ia langsung berdiri menyela sambutan Triyono. Menurut Senfri, pihaknya merasa tersinggung dengan sikap para pengurus PPDI yang sebelumnya tidak pernah membicarakan rencana pembentukan organisasi ini kepada mereka.

BACA: Apdesi Lampung Utara tidak Akui Pengurus PPDI yang Baru Dibentuk

“Para perangkat desa itu adalah perangkat di bawah kami. Kenapa kami tidak pernah diberitahukan dan tahu – tahu kami diundang untuk menyaksikan pengukuhan ini,” tegasnya.

Tak cukup sampai di situ, Senfri yang masih berada di dekat tempat duduknya langsung beranjak menuju lokasi pembawa acara yang berada di bagian depan. Ia kemudian menginstrusikan perangkat desanya untuk meninggalkan lokasi pengukuhan tersebut.

Sikap dan pernyataan Senfri ini tak ayal membuat seluruh peserta berikut tamu undangan terhenyak. Bahkan, Ketua PPDI Lampung Utara, Erwin Susanto terlihat berulang kali akan berdiri. Namun, berhasil dicegah oleh Camat Bukit Kemuning, Heri Firdaus yang berada di sampingnya.

“Lanjut..lanjut,” kata Erwin dari tempat duduknya.

‎Melihat suasana berubah menjadi sedikit memanas, kolega Senfri pun berusaha membujuk Senfri untuk kembali ke tempat duduknya. Suasana akhirnya dapat terkendali dan dapat berakhir sesuai rencana.

Di sela – sela acara, Senfri kemudian mendatangi kerumunan wartawan dan menjelaskan alasan yang melatarbelakangi melakukan hal tersebut. Ia dengan tegas mempertanyakan keabsahan status ketua PPDI Lampura yang terkesan muncul secara tiba – tiba dan ketiadaan komunikasi antara PPDI dengan pihak Apdesi sebelum pengukuhan.

‎”Mestinya ada koordinasi terlebih dulu biar kami tahu dan bisa menjelaskan kepada pihak yang bertanya kami soal ini. Sementara yang bentuk perangkat desa itu kami, para kepala desa,” tandas dia.

Di tempat sama, Erwin Susanto membantah jika pihaknya tidak pernah berkoordinasi dengan pihak Apdesi terkait rencana pembentukan PPDI di Lampung Utara. Mulai dari Ketua Apdesi, Kepala Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa hingga bupati sudah mereka beritahukan.

“Kami sudah pernah berkoordinasi dengan pak Sulki (Ketua Apdesi Lampura) tapi tidak ada jawaban. Dan juga PPDI ini hanya sebagai wadah para perangkat desa. Tidak lebih,” katanya.

Loading...