Beranda Politik Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lampung, Ini Tuntutannya

Ribuan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Lampung, Ini Tuntutannya

3250
BERBAGI
Ribuan mahasiswa Lampung berunjuk rasa di kantor DPRD Lampung di Jl. RW Monginsidi Bandarlampung, Selasa siang, 24 September 2019.
Ribuan mahasiswa Lampung berunjuk rasa di kantor DPRD Lampung di Jl. RW Monginsidi Bandarlampung, Selasa siang, 24 September 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Bandarlampung bersama lembaga pro demokrasi yang menamakan gerakannya Aliansi Lampung untuk Indonesia mendatangi kantor DPRD Provinsi Lampung, Jl. Robert Wolter Monginsidi Bandarlampung, Selasa, 24 September 2019.

Selain menuntut pencabutan UU KPK yang baru disahkan DPR, mereka juga menuntut dihentikannya pembahasan RUU bermasalah, dan penyelesaian kasus-kasus agraria.

BACA: Mahasiswa Lampung Minta Tindak Lanjut Penolakan Pimpinan Baru KPK

Para peserta aksi menyebut bulan September sebagai “September Kelam” karena pada bulan ini kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak mencerminkan hak asasi manusia dan demokrasi.

Komisi III DPR RI pada 5 September yang lalu memuluskan revisi undang-undang nomer 30 tahun 2002 tentang KPK dan telah disahkan pada 17 September 2019.

“Ini tamparan telak bagi penegakan hukum, karena revisi itu melemahkan KPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam pemberantasan korupsi,” kata Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan.

Chandra juga melihat selain undang-undang KPK, RKUHP, RUU Pertanahan dan RUU Ketenagakerjaan juga dinilai mendadak dipaksakan untuk disahkan padahal undang-undang tersebut dipandangnya tidak sejalan dengan kebebasan demokrasi.

BACA: Demo Mahasiswa Menolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK

“Kebebasan demokrasi kita diberangus melalui RKUHP, RUU Pertanahan saya lihat berpotensi menambah penderitaan rakyat seperti kriminalisasi terhadap pemilik lahan yang melawan penggusuran,” jelasnya.

Pantauan teraslampung.com menunjukkan, ribuan aksi mahasiswa yang damai itu mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Polisi menyiapkan satu mobil water canon dan kisaran satu kompi satuan Sabhara dari Polresta Bandarlampung.

Selanjutnya ribuan mahasiswa yang menamakan Aliansi Lampung untuk Indonesia menyatakan tuntutannya :

1. Hentikan Kriminalisasi Terhadap Gerakan Tani
2. Hentikan Perampasan Lahan
3. Wujudkan Reforma Agraria Berkeadilan Gender
4 Tolak Kebijakan yang Tidak Pro Rakyat (RUU Pertanahan, RKUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan, Revisi UU Pemasyarakatan, Revisi UU Minerba)
5. Cabut UU KPK Hasil Revisi Terbaru
6. Tolak Capim KPK Terpilih
7. Tuntaskan Pelanggaran HAM dan Kerusakan Lingkungan Hidup
8. Tolak Kenaikan BPJS, BBM, dan Listrik
9. Cabut PP No 78 tahun 2015
10. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourching
11. Wujudkan Pendidikan Gratis, llmiah, dan Demokratis
12. Cabut UU ORMAS
13. Hentikan Represivitas terhadap aktivis Pro-demokrasi
14. Selesaikan Konflik Pertanahan di Lampung.

Dandy Ibrahim

Lampung jg punya mahasiswa kok, tp syang bgt skarang lg gx bisa bergabung dgn mereka ☹️🙏🙏 mohon maaf rekan2 sekalian 🙏, mahasiswa itu harus bgtu, tunjukkin yg bener itu bener dan salah itu salah ✊✊✊ insyaallah Indonesia masih banyak orang2 baiknya🙏 👊

Posted by Herman S. Bugis on Tuesday, 24 September 2019

Loading...