Satu Tersangka Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Lampung Ternyata Kepala SD Negeri

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengecek ratusan kotak amal yang diamankan dari kediaman salah satu tersangka teroris di Lampung, Rabu (3/11/2021).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengecek ratusan kotak amal yang diamankan dari kediaman salah satu tersangka teroris di Lampung, Rabu (3/11/2021).

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA — Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tiga  terduga teroris  yang diduga menjadi anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung pada 1 Oktober 2021 hingga 2 November. Tiga terduga teroris tersebut ditangkap di wilayah Bagelen, Kabupaten Pesawaran;  Bataranila, Kelurahan Hajimena, Lampung Selatan; dan Wonokrio, Kabupaten Pringsewu.

BACA: Ini Peran Terduga Teroris yang Ditangkap di Pesawaran Lampung Menurut Mabes Polri

Terkait penangkapan para terduga teroris itu, Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: salah satu terduga teroris yang sudah berstatus tersangka itu ternyata adalah pegawai negeri sipil dan menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN).

Menurut Kepala Bagian Bantuan Operasional  Densus 88 Kombes (Pol) Aswin Siregar, salah satu tersangka teroris yang ditangkap di Lampung merupakan kepala sekolah SDN di Pasawaran.

Tersangka tersebut berinisial DRS. Ia ditangkap Wonokrio, Pringsewu, Lampung pada 2 November 2021.

“Pekerjaan PNS sebagai kepala sekolah SDN Pesawaran,” kata Aswin dalam keterangannya, Rabu, 3 November 2021.

Selain sebagai kepala sekolah,  kata Aswin, DRS juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (BM ABA) Lampung dan Wakil Ketua BM ABA Lampung. Ia kemudian menjadi Ketua BM ABA Lampung pada 2018-2019 dan 2020.

“DRS mengetahui aliran dana BM ABA yang digunakan untuk menjalankan organisasi JI,” katanya.

Sebelumnya, pada 31 Oktober 2021, Densus 88 menangkap seorang tersangka teroris berinisial Su alias S di Bagelen, Pringsewu, Lampung. S merupakan anggota JI sejak 1997 dan menjabat sebagai Ketua BM ABA pusat sejak 2018 sampai sekarang.

Setelah itu, pada 1 November 2021 tim Densus 88 menangkap SK di dekat rumhanya di Bataranila, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar,Lampung Selatan.

  • Bagikan