Beranda Hukum Kriminal Semua Tersangka Pembunuh Putri Penjual Kue Masih ABG dan Putus Sekolah

Semua Tersangka Pembunuh Putri Penjual Kue Masih ABG dan Putus Sekolah

614
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat bertakziah di rumah almarhum Bunga Fikalia (17) korban pembegalan,Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat kunjungi rumah korban pembegalan di Natar, Lampung Selatan, Selasa (4/4/2017).
Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat bertakziah di rumah almarhum Bunga Fikalia (17) korban pembegalan,Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno saat kunjungi rumah korban pembegalan di Natar, Lampung Selatan, Selasa (4/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Cemburu buta membuat tersangka Ir (17) dendam. Perempuan muda yang masih tergolong anak baru gede (abege) itu cemburu berat karena pria yang ditaksirnya (berinisial Er) juga dekat dengan Bunga Fikalia (17) warga Dusun Sukarame, Natar, Lampung Selatan. Ia pun kemudian merancang untuk membunuh anak penjual kue di Pasar Natar itu bersama dengan teman-temannya.

BACA: Polda Lampung Ungkap Motif Cinta Segi Tiga dalam Pembunuhan Putri Penjual Kue

Hanya dua hari setelah mayat Bunga ditemukan dengan usus terburai (4/4/2017) Ir dan komplotannya dibekuk tim gabungan Polda Lampung. Selaun Ir, empat tersangka lain yang dicokok polisi adalah Sa, An, Te dan Er. Satu tersangka yang bertindak sebagai eksekutor berinisial Fa masih buro.

Para tersangka adalah warga Natar, Lampung Selatan. Mereka semua masih berusia 17-an tahun (di bawah umur) dan termasuk remaja putus sekolah.

Dari lima tersangka tersebut, dua diantaranya adalah wanita yakni tersangka Ir dan Sa.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji, mengatkan ersangka Ir ini dendam karena Er (kekasih Ir) menjalani hubungan dengan korban.

“Ir menyuruh rekannya tersangka Fa, untuk menghabisi Bunga. Tersangka Fa sebagai eksekutor, saat masih dalam pencarian dan pengejaran petugas,” kata Kombes Heri Sumarji, Kamis petang (6/4/2017).

Tergiur Hadiah Sepeda Motor

Mantan Kapolresta Bandara Soekarno Hatta menjelaskan, Fa menerima tawaran Ir lantaran tergiur hadiah. Lucunya, hadiah yang akan diberikan oleh Ir tidak lain adalah sepeda motor korban. Artinya, jika skenario pembunuhan yang dikamuflasekan dengan pembegalan itu berhasil, sepeda motor akan menjadi milik Fa.

“Tersangka Fa saat ini masih buron. Ia menerima tawaran Ir karena butuh dana sebab pacarnya sedang hamil,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata Heri, tersangka Ir merencanakan aksi tersebut bersama rekan-rekannya tersangka Fa, An, dan Tw dikediaman Ed. Dalam hal ini, Ed menjadi saksi lantaran ia tak terlibat aksi pembegalan hingga tewasnya korban.

“Para tersangka, merencanakan aksi untuk menghabisi nyawa korban di rumahnya Ed beberapa hari sebelumnya,”terangnya.

Sebelum kejadian nahas tersebut terjadi, pada sore harinya korban Bunga telah dihubungi terlebih dulu melalui ponselnya oleh Ir untuk datang menemuinya.

“Dalam aksi tersebut, ada yang bertugas menelepon korban, ada yang menggiring korban menuju ke TKP dan menghabisi nyawa korban,”ungkapnya.

Setelah berada di tempat aman dan kondisinya sepi, kelima tersangka merampas motor yang dikendarai Bunga. Korban sempat melawan, lalu tersangka Fa menghabisi nyawa korban. Melihat korban tewas bersimbah darah, para tersangka langsung kabur membawa sepeda motor korban pergi menuju ke arah Bandarlampung.

“Kelima tersangka bertemu dengan Er di pusat perbelanjaan, lalu Ir meminta Er pacarnya itu, untuk menggantikan plat motor milik korban dengan plat nomor palsu,”jelasnya.

Dikatakannya, sepeda motor Honda BeeT milik Bunga, dibawa kabur oleh tersangka Fa yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. Untuk barang bukti yang disita, baru sarung senjata tajam.

“Untuk senjata tajam yang digunakan untuk menghabisi nyawa Bunga, masih dalam pencarian,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bunga Fikalia (17) warga Dusun Sukarame, Natar, Lampung Selatan, ditemukan tewas bersimbah darah hingga usus terburai di Dusun Karang Indah, Desa Karang Nayar, Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/4/2017) malam sekitar pukul 17.30 WIB.

Ditubuh korban, ditemukan beberapa luka bacokan senjata tajam, korban tewas ditangan komplotan begal. Karena sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban, sampai saat ini belum ditemukan.

Jasad korban pertamakali ditemukan oleh petugas kepolisian setempat, yang saat itu sedang melintas di jalan tersebut. Selanjutnya, jasad korban dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Loading...