Beranda News Kabar Desa Sidorejo, Desa Nabung Saham Pertama di Lampung

Sidorejo, Desa Nabung Saham Pertama di Lampung

399
BERBAGI
Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Foto: Teraslampung.comZainal Asikin)
Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Foto: Teraslampung.comZainal Asikin)

Zainal Asikin| Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan menjadi salah satu desa yang ditetapkan sebagai Desa Nabung Saham (DNS) dan memiliki Galeri Investasi Desa Bursa Efek Indonesia (BEI) nonkampus pertama di Provinsi Lampung atau kedua di Indonesia setelah Desa Argo Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Persoalan pendidikan dalam aktivitas saham tersebut, didorong oleh perusahaan sekuiritas yang terlibat dalam program “Saham Masuk Desa” dan PT. RHB Sekuiritas Indonesia adalah salah satunya.

Menabung saham yang dimaksud, yakni ikut bertransaksi jual beli saham perusahaan yang ada di Indonesia dengan menggunakan aplikasi berbasis android.

BACA: Kisah di Balik Sukses Sidorejo sebagai Desa Nabung Saham Pertama di Lampung

Untuk menabung saham, Desa Sidorejo bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo berkesempatan untuk menabung saham.

Kepala Desa (Kades) Sidorejo, Tommy Yulianto menuturkan, awal adanya program “Desa Nabung Saham” ini karena keprihatinan dirinya terhadap masyarakat Desa Sidorejo yang banyak eadi investasi bodong.

Para investor bodong yang beraksi dengan modus mengumpulkan uang atau menabung itu membuat perekonomian warga desa makin morat-marit.

Berawal dari itulah, ia berusaha mencari informasi dan solusi mengatasi hal tersebut. Hingga akhirnya, didapat solusi itu, lalu ia menggandeng beberapa pemuda desa berkunjung ke kantor Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Desa (Kades) Sidorejo, Tommy Yulianto

“Di BEI itu kami diberikan penjelasan untuk mengurangi masyarakat yang terkena investasi bodong, lalu ditawari salah satu program investasi “Yuk Nabung Saham” yang diakui oleh pemerintah baik dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keungan (OJK) ,”ujarnya kepada teraslampung.com saat ditemui di Kantor Desa Sidorejo.

Karena program ini sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan taraf ekonomi , kata Tommy, lalu ia bersama organisasi kepemudaan desa yang turut dilibatkan sebagai inovator, melakukan inovasi mengembangkan masyarakat pendesaan dengan mengenalkan edukasi investasi pasar modal tentang saham dalam program “Desa Nabung Saham” atau DNS tersebut.

“Imbauan sudah kami sampaikan ke masyarakat melalui Kepala Dusun (Kadus) dan juga Ketua RT, agar tidak terkena lagi investasi bodong dan warga harus ikut investasi yang disahkan pemerintah. Alhamdulilah program nabung saham dapat berjalan meskipun baru delapan bulan sekarang ini. Peminatnya pun sudah sangat banyak,” katanya.

Akhirnya, Desa Sidorejo menjadi salah satu tempat proyek percontohan Desa Nabung Saham (DNS) pertama di Provinsi Lampung dan disahkan langsung oleh oleh Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan bersama Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keungan OJK Provinsi Lampung, Mendi Rahmadi dan Direktur RHB Sekuiritas, Hendy A. Salim pada Mei 2018 lalu.

“Desa Sidorejo  merupakan tempat proyek percontohan Desa Nabung Saham (DNS) pertama di Provinsi Lampung dan menjadi desa kedua di Indonesia sebagai Desa Nabung Saham (DNS),”terangnya.

Loading...