BERBAGI
Proses evakuasi mayat Meliyana dari Sungai Batanghari di Kelurahan Kota Alam, Lampung Utara, Minggu siang (6/12).
Proses evakuasi mayat Meliyana dari Sungai Batanghari di Kelurahan Kota Alam, Lampung Utara, Minggu siang (6/12).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi-Syaripudin (35), suami almarhum Meliyana (38), yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Batanghari, Kota Alam mengaku telah berusaha sekuat tenaga mencari keberadaan istrinya tercinta yang belum pulang ke rumah sejak Sabtu (5/12) pagi.

“Sabtu pagi, sekitar pukul 08:30 WIB, istri saya pergi ke pasar Simpang Propau untuk mengambil barang kreditan. Tapi, biasanya kalau jam 12 dia mah pulang (ke rumah). Tapi ini mah nggak,” tuturnya kepada awak media, di rumah duka.

Kekhawatiran Syaripudin tentang kondisi istrinya semakin menjadi manakala ia yang baru pulang dari menarik odong – odong mendapati istrinya masih juga belum pulang ke rumah. Ia kemudian langsung menelpon korban setelah sempat bertanya kepada mertuanya tentang istrinya. Sayangnya meski ponsel istrinya aktif, panggilan masuk darinya tak mendapat respon.

“Waktu jam tujuh malam (19.00 WIB,red) saya telepon masih nyambung namun tidak diangkat. Tapi pukul setengah delapan (19:30 WIB) tidak bisa dihubungi lagi (tak aktif,red),” terangnya.

Khawatir dengan keselamatan istrinya, Syaripudin ditemani adiknya, Gustam, langsung bergegas mencari Meliana hingga tengah malam. Namun, usaha keras yang mereka lakukan ternyata tak membuahkan hasil hingga mendapat kabar istrinya ditemukan tewas mengapung di sungai.

Saat meninggalkan rumah, menurut Syaripudin, istrinya mengendarai sepeda motor Honda Beat, dan sejumlah uang serta perhiasan. Namun, saat jenazahnya ditemukan, baik motor maupun perhiasannya tak ada lagi. “Sudah nggak ada lagi semua,” ucapnya.

“Kami (keliling mencari istri saya) ke mana – mana. Pokoknya muter – muter (tapi tetap tak ketemu),” kata dia.

Baca: Mayat tidak Diotopsi, Polres Lampung Utara Tetap akan Selidiki Tewasnya Meliyana

Syarifudin mengaku dirinya sempat mendapat firasat buruk saat dalam keadaan setengah tertidur, ia mendengar suara istrinya menjerit meminta pertolongan. Teriakan itu didengarnya usai dirinya menunaikan shalat Subuh yang kemudian dilanjutkan dengan mengaji.

“Ayah tolong, sakit,” katanya lirih menirukan suara yang didengarnya.

Sebelummnya diberitakan teraslampunglampung sesosok jenazah perempuan  ditemukan mengapung di sungai Batanghari, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Minggu(6/13) sekitar pukul 12:30 WIB. Belakangan jenazah malang tersebut diketahui bernama Meliyana (38), warga Jalan Way Besai, RT III/RW II, Desa Kali Bening Raya, Kecamatan Abung Selatan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab kematian korban.

Berdasarkan kabar yang beredar, jenazah pertama kali ditemukan oleh salah satu warga sekitar pada pukul 08:30 WIB dan bukan pukul 12:30 WIB. Namun, warga tersebut tak memberitahukannya kepada warga lainnya lantaran mengira sesosok jenazah yang mengapung di sungai yang dilihatnya itu hanya sebuah boneka.

Ia baru memberitahukan kepada warga lainnya saat mendengar ada warga lainnya yang mengabarkan ada sesosok jenazah mengapung di sungai tersebut.

>