Beranda Headline Tabung Karbit Meledak, Tukang Balon Tewas dengan Kepala Putus

Tabung Karbit Meledak, Tukang Balon Tewas dengan Kepala Putus

2351
BERBAGI
Petugas sedang mengevakuasi jasad Kisruh yang tewas akibat ledakan tabung karbit, Senin pagi (27/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

PRINGSEWU — Kisruh (43),  pedagang balon warga Kelurahan Pringsewu Selatan tewas dengan tubuh terburai dan kepala putus akibat terkena ledakan tabung gas karbit. Peristiwa nahas itu terjadi tepat di depan Kelas 11 Ilmu Sosial 3 dan 4 di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu, Senin (27/3/2017) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kejadian tersebut membuat siswa-siswi dan para guru di sekolah MAN 1 Pringsewu dan warga sekitar geger. Ledakan hebat menyebabkan getaran yang cukup keras di wilayah sekitar seperti suara ledakan bom.

Ledakan dari tabung karbit tersebut itu membuat tubuh Kisruh si penjual balon hancur bagai terkena ledakan bom. Bahkan, kepala korban terpisah dari tubuhnya (putus) dan sebagian potongan tubuh korban ditemukan diatas plafon sekolah yang jebol akibat terkena ledakan tabung karbit tersebut.

BACA: Kisah Tragedi Tabung Karbit Meledak yang Menewaskan Penjual Balon di MAN 1 Pringsewu

Titin (38), warga sekitar MAN 1 Pringsewu, kepada teraslampung.com mengaku pada saat kejadian ia masih berada di rumah dan tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras seperti Bom. Saat itu juga, ia keluar rumah mencari asal ledakan tersebut. Berada di luar, sudah ramai banyak warga berlari menuju ke sekolah MAN 1 tersebut.

“Ternyata asal suara ledakan keras seperti bom itu, dari sekolah MAN 1. Para siswa-siswi di sekolah tersebut, lari keluar sekolah sembari teriak-teriak,”ujar Titin melalui ponselnya, Senin (27/3/2017).

Selanjutnya, kata Titin, ia mencoba menghampiri untuk melihatnya kejadian sebenarnya. Saat dilihatnya, tubuh Kisruh yang kesehariannya dagang balon tersebut, sudah hancur dan terburai. Lalu kaca jendela kelas sekolah pecah, plafon teras sekolah juga jebol akibat terkena ledakan tabung karbit.

“Begitu saya lihat, tubuhnya Kisruh ini sudah berantakan dan kepalanya putus. Bahkan sebagian potongan tubuhnya, ditemukan diatas plafon sekolah yang jebol terkena ledakan,”ungkap ibu rumah tangga yang kesehariannya dagang pakaian di Pasar Pringsewu ini.

Menurutnya, saat itu sedang digelar upacara bendera terakhir kali oleh siswa kelas 12 MAN 1 Pringsewu. Upacara tersebut, dilakukan karena para siswa akan melakukan ujian dan kelulusan.

“Para siswa pesan balon karbit, ya sekitar ratusan jumlah pesanannya. Rencananya, mereka akan balon itu diterbangkan usai upacara terkahir tersebut,”terangnya..

Sementara Ndang (57), penjaga kantin yang ada di dekat sekolah tersebut menuturkan, ia pun tidak mengetahui kejadian persisnya. Saat terjadinya ledakan, ia sedang sedang menggoreng makanan ringan. Tiba-tiba, ada suara ledakan sangat kuat. Kemudian, ia melihat arah asal suara ledakan tersebut.

“Saat saya lihat, ada kepulan asap putih tebal tadinya. Begitu asapnya sudah mulai hilang, saya lihat kok anak-anak sekolah yang ada dilapangan ini pada nangis semua,”ungkapnya.

Karena penasaran, kata Ndang, dirinya berusaha mendekati untuk melihat asal suara ledakan tersebut, dan para siswa itu menangis histeris.

“Begitu saya lihat, kaget saya lihatnya Kisruh pedang balon itu tubuhnya terburai keman-mana dan kepalanya terpisah dari tubuhnya,”jelasnya.

Taklama kemudian, aparat kepolisian Polsek Pringsewu datang melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD Pringsewu. Selanjutnya, seluruh siswa Sekolah dan guru MAN 1 Pringsweu bersama warga setempat, menggelar doa bersama dengan adanya kejadian tersebut.

Loading...