Beranda Hukum Terbukti Berzina dengan Polwan, Oknum Perwira Polda Lampung Dihukum Tiga Bulan Penjara

Terbukti Berzina dengan Polwan, Oknum Perwira Polda Lampung Dihukum Tiga Bulan Penjara

2105
BERBAGI
AKBP Ferdyan Indra Fahmi di pengadilan negeri Tanjungkarang saat sidang putusan.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Oknum pewira Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana turut serta perzinahan dengan bawahannya, oknum Polwan Ipda Agustina Nilawati di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (1/8/2017). Majelis hakim menghukum keduanya, pidana penjara tiga bulan dengan masa percobaan lima bulan.

Sidang putusan tersebut, Majelis hakim menilai, perbuatan Ferdyan terbukti bersalah melakukan turut serta perzinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 284 ayat (2) huruf a KUHP. Sedangkan Agustina sendiri, terbukti melakukan perzinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 284 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Ferdyan dan Agustina, dengan hukuman selama tiga bulan penjara dengan masa percobaan lima bulan,”ujar Hakim ketua, Novian Saputra di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (1/8/2017).

Putusan terhadap Ferdyan, majelis hakim tidak sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) yakni dalam penggunaan Pasal. Penuntut umum menggunakan Pasal 284 ayat (1) KUHP mendakwa dan menuntut Ferdyan.

Menurut Hakim ketua, Novian, bahwa ada unsur yang tidak terbukti dalam penerapan pasal tersebut, yakni unsur kalau Ferdyan sudah menikah. Namun Berdasarkan fakta persidangan, jaksa tidak dapat buktikan kalau Ferdyan sudah terikat perkawinan sah dengan perempuan lain.

BACA: Diduga Selingkuh, Perwira Polda Lampung dan Polwan  Digerebek di Hotel

“Penuntut umum tidak dapat menunjukan, bukti surat nikah resmi milik terdakwa Ferdyan,”ungkapnya.

Di dalam persidangan, Ferdyan mengakui bahwa pernah melakukan pernikahan siri tanpa pernikahan agama. Menurut Novian, jaksa tidak cermat dan keliru dalam membuat dakwaan. Sehinga majelis hakim, mengambilalih dengan memperbaiki pasal yang digunakan jaksa.

Dikatakannya, majelis hakim memperbaiki pasal di dalam dakwaan dengan menggunakan pasal 284 ayat (2) huruf a KUHP terhadap Ferdyan. Penerapan pasal ini, dinilai majelis hakim memenuhi unsur perbuatan yang dilakukan Ferdyan.

Selain itu juga, majelis hakim menolak kesaksian Ferdyan dan Agustina pada saat di persidangan. Lalu keduanya mencabut sebagian kesaksiannya di berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan, terutama mengenai adanya perzinaan.

“Keduanya mengaku memberikan keterangan di BAP dalam tekanan, yakni diancam akan dipecat jika tidak mengakui perbuatannya,”kata dia.

Majelis hakim menolak pencabutan BAP tersebut, karena sudah memeriksa penyidik yang melakukan pemeriksaan terhadap Ferdyan dan Nila. Keterangan penyidik di persidangan, BAP dilakukan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kemudian Ferdyan dan Agustina, diberikan waktu untuk membaca BAP dan menandatanganinya.

Ferdyan dan Agustina digrebek oleh suami Agustina yakni Doni, di kamar Hotel Pop beberapa waktu lalu. Doni melaporkan perbuatan zina keduanya, ke Polda Lampung.

Menanggapi putusan tersebut, Okto Noventa selaku pengacara Ferdyan dan Nila menilai, bahwa putusan yang dijatuhkan majelis hakim tidak sesuai berdasarkan fakta persidangan.

Dikatakannya, tindakan majelis hakim yang memperbaiki pasal dakwaan jaksa, bentuk tidak keprofesionalan institusi penegak hukum kejaksaan dan pengadilan.

“Dakwaannya itu kan tunggal, kenapa bisa dirubah majelis hakim di putusan. Sebenarnya itu kan ada waktu untuk merubahnya, saat pelimpahan ke pengadilan,”kata Okto.

BACA: Berkas Perkara Dugaan Perwira dan Polwan Polda Lampung Mesum Dinyatakan Lengkap

Selanjutnya, hal yang tidak sesuai dengan fakta persidangan, mengenai adanya perzinaan antara kliennya Ferdyan dengan Agustina di dalam kamar hotel.

Menurutnya, kedua kliennya tersebut, telah mencabut keterangannya di BAP saat persidangan. Tapi kenapa majelis hakim, masih gunakan keterangan di BAP sebagai pertimbangan.

“Padahal, keterangannya di BAP sudah dicabut di persidangan,”jelasnya.

Loading...