Beranda Hukum Kriminal Pelajar SMP Cabuli Kawan Sekolahnya karena Sakit Hati

Pelajar SMP Cabuli Kawan Sekolahnya karena Sakit Hati

BERBAGI
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya saat mengekspos kasus pencabulan dan perampasan tersngka AM (15) pelajar SMP di Mapolsekta Telukbetung Selatan, Minggu (4/9/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Pelajar SMP di Bandarlampung berinisial AM (15) mengaku mencabuli dan merampas handphone (HP) teman sekolahnya berinisial N (13) karena sakit hati. Ketika diperiksa di Polsek Telukbetung Utara,Minggu (4/9/2016) ia menangis di hadapan polisi dan awak media.

Saat ditanya, AM hanya tertunduk diam dan menangis, ia enggan menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada petugas. Akhirnya, tersangka AM pun menceritakan kejadian tersebut.

Menurut AM, aksi itu dilakukannya lantaran ia sakit hati terhadap korban N. Namun AM tidak mau menceritakan apa yang menjadi penyebab ia merasa sakit hati kepada korban yang masih teman satu sekolahnya.

BACA: Rampas Ponsel dan Cabuli Teman Sekolahnya, Pelajar SMP Diringkus Polisi

“Saat jam sekolah usai, awalnya saya mau ikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Karena ada rasa sakit hati sama N, saya tidak jadi ikut kegiatan di sekolah. Lalu saya sengaja menunggu N di kebun singkong,”ujar AM sembari meneteskan air mata, Minggu (4/9/2016).

Dikatakannya, begitu melihat N lewat, saat itu juga ia langsung menendang dan mendorong N sampai jatuh. Begitu dia (N) terjatuh, saat itu juga ia langsung menindih badan korban dan merampas ponselnya.

“Selain saya tindih, saya memang sempat mencium korban. Bagian dadanya saya pegang, tetapi itu nggak sengaja”ucapnya.

Menurutnya, dengan melakukan hal itu ia merasa rasa sakit hatinya terbalas. Ia mengaku tidak menyangka akibat ulahnya itu ia ditangkap polisi dan mendekam di sel tahanan.

“Saya benar-benar menyesal, dan tidak tau kalau akhirnya jadi begini,”ungkapnya.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat AM dengan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2004 tentang perlindungan anak dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Tersangka AM, terancam hukuman pidana penjara 12 tahun.

BACA: Pelajar SMP Ini Menendang dan Mencabuli Kawan Sekolahnya di Kebun Singkong

Diberitakan sebelumnya, Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung bersama Polsekta Telukbetung Selatan, menangkap AM (15) pelajar SMP, karena melakukan pencabulan dan perampasan ponsel milik korban berinisial N (13).

Polisi menangkap tersangka di rumahnya di Kelurahan Garuntang, pada Jumat (2/9/2016) malam lalu. Dari penangkapan AM, polisi menyita barang bukti ponsel merk Oppo milik korban yang dirampas tersangka.