11 Nelayan yang Melaut Dekat Gunung Anak Krakatau Belum Diketahui Nasibnya

Perairan di dekat Gunung Anak Krakatau (Foto: Teraslampung.com | Oyos Saroso HN)
Perairan di dekat Gunung Anak Krakatau (Foto: Teraslampung.com | Oyos Saroso HN)
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Sebanyak 11 nelayan yang kerap melaut di sekitar kawasan Pulau Panjang dekat dengan perairan di Gunung Anak Krakatau (GAK) belum diketahui nasibnya pasca terjadinya terjangan gelombang tinggi tsunami yang terjadi di kawasan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu malam 22 Desember 2018.

Salah seorang warga Pulau Sebesi, Umar mengatakan, ada empat nelayan yang terdampar dan berhasil dievakuasi ke Pulau Sebesi. Nelayan yang terdampar itu, mengaku berasal dari Desa Kenali, Kecamatan Rajabasa dan mereka juga mengaku biasa mencari ikan di sekitar kawasan perairan Gunung Anak Krakatau (GAK).

“Dari empat orang nelayan yang berhasil dievakuasi ini, katanya ada sekitar 15 nelayan yang malam saat kejadian itu sedang mencari ikan di sekitaran kawasan GAK,”ungkapnya, Senin 24 Desember 2018.

BACA: Pasca-Tsunami, Warga Pulau Sebesi Kekurangan Kebutuhan Pokok

Kemudian, kata Umar, mereka membuat tenda di Pulau Panjang saat terjangan gelombang tinggi tsunami itu terjadi. Keempat nelayan itu juga mengatakan, bahwa ke-11 orang temannya sesama nelayan sampai saat ini belum diketahui kondisinya.

“Mereka ini, memang sering mencari ikan di sekitar kawasan GAK selama satu pekan, setelah itu barulah mereka pulang dengan membawa ikan hasil tangkapannya,”jelasnya.

BACA: Kondisi Terkini di Desa Pulau Sebesi Pasca-Tsunami di Selat Sunda